Pemkot Yogyakarta Dorong Predikat ‘Kota Cinema’ Lewat JAFF 2025

JogjaViews
30 Nov 2025 03:56
2 menit membaca

Yogyakarta, jogjaviews.com — Kota Yogyakarta resmi menjadi tuan rumah Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 yang digelar di Gelanggang Inovatif Kreatif Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Sabtu (29/11). Festival film berskala Asia ini berlangsung sejak 29 Oktober hingga 6 Desember 2025, menghadirkan sejumlah program layar lebar nasional dan internasional.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa Pemkot mendukung penuh penyelenggaraan JAFF yang kini memasuki tahun ke-20. Ia menyebut ekosistem kreatif Yogyakarta semakin kuat berkat status kota ini sebagai Kota Budaya dan Kota Pendidikan, yang melahirkan banyak film pendek dan karya audio visual dari generasi muda.

“Setelah Jogja mendeklarasikan diri sebagai Jogja Kota Festival, ke depan harapannya Jogja menjadi Kota Cinema. Pemerintah Kota Yogyakarta mendukung penuh penyelenggaraan JAFF,” ujar Wawan.

Wawan juga berharap JAFF dapat tumbuh lebih besar dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, sekaligus mendorong semakin banyak lahirnya karya film bertaraf internasional dari Yogyakarta.

Acara JAFF 2025 turut dihadiri aktor dan sineas nasional seperti Reza Rahadian, Raline Shah, dan sutradara Hanung Bramantyo. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, serta pendiri JAFF Garin Nugroho.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, menyoroti pentingnya pelestarian arsip film sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Menurutnya, arsip film merupakan medium yang rentan rusak sehingga membutuhkan penanganan serius dan kolaborasi banyak pihak.

“Arsip film merupakan warisan budaya yang sangat penting. Materialnya mudah rusak dan sering kali tidak jelas siapa pemilik hak intelektualnya. Arsip ini harus kita selamatkan,” ujar Fadli.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan museum film yang lebih representatif serta penguatan upaya restorasi film lama sebagai aset budaya nasional.

Sementara itu, pendiri JAFF Garin Nugroho menekankan pentingnya menjaga kesinambungan ekosistem film Indonesia. Menurutnya, dua dekade perjalanan JAFF menjadi bukti pertumbuhan talenta muda sekaligus pengingat rapuhnya memori budaya.

“Indonesia bangga dengan pencapaian film hari ini: jutaan penonton, festival besar, talenta baru bermunculan. Tetapi itu tidak ada artinya jika karya-karya ini tidak dapat disaksikan oleh generasi mendatang,” katanya.

Melalui JAFF 2025, Yogyakarta kembali memperkuat reputasinya sebagai rumah bagi para sineas Asia serta menegaskan ambisi menjadi salah satu pusat perfilman paling berpengaruh di Indonesia.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x