Sleman Dorong Gerakan Pemilahan Sampah, Model Sukunan Dibawa ke Sedogan

JogjaViews
25 Nov 2025 04:48
2 menit membaca

Sleman, Jogjaviews.com – Upaya membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga mulai menguat di Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo. Pada Minggu (23/11/2025), mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kelompok KKNM–23386 menggelar Sosialisasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga di Aula PAUD Sedogan dengan melibatkan warga dan perangkat setempat.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pola pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendorong transformasi lingkungan dari skala rumah tangga. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Kampung Sukunan, desa wisata lingkungan yang dikenal sebagai pelopor pengelolaan sampah mandiri sejak 2003. Lima perwakilan RT serta Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, hadir memberikan dukungan penuh.

Endah Suwarni Setyowati, narasumber utama dari Sukunan, memaparkan perjalanan panjang desanya dalam mengubah tumpukan sampah menjadi sumber edukasi dan pemberdayaan. Ia menjelaskan bahwa perubahan di Sukunan bermula dari kesadaran akan bahaya pembakaran plastik dan styrofoam, yang kemudian memicu gerakan pemilahan sampah dari sumber hingga pengembangan usaha daur ulang.

“Gerakan perubahan itu terjadi ketika ada yang mau mengawali. Itu yang kami pegang di Sukunan,” kata Endah.

Sukunan kini dikenal memiliki berbagai inovasi pengelolaan sampah, mulai dari kerajinan plastik, ecobrick, batako styrofoam, biopori, hingga produksi pembalut dan popok pakai ulang ramah lingkungan bernama Sukuno. Teknologi sederhana seperti komposter rumah tangga juga dikembangkan agar setiap keluarga bisa mengolah sampahnya sendiri.

Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, menilai pengalaman Sukunan sebagai inspirasi besar bagi warganya. Ia berharap peserta sosialisasi menjadi pelopor di wilayah masing-masing dan membuka peluang studi tiru langsung ke Sukunan. Dari pihak penyelenggara, perwakilan KKN UNY, Alifa Ismayasti Hapsari, menekankan komitmen mahasiswa untuk mendampingi warga membangun kebiasaan baru yang berkelanjutan.

Antusiasme warga juga terlihat jelas. Salah satu peserta, Sri Wahyuni, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait pemilahan sampah dan berharap bisa menerapkannya di lingkungannya demi menciptakan kawasan yang bersih dan sehat.

Lewat kegiatan ini, Sedogan mulai menapaki jalan baru menuju sistem pengelolaan sampah mandiri yang berbasis keteladanan dan partisipasi warga. Dengan mencontoh model sukses Sukunan serta dukungan mahasiswa KKN UNY dan pemerintah padukuhan, gerakan pemilahan sampah berpeluang tumbuh menjadi budaya baru yang berkelanjutan.

sumber: Infopublik.id

x
x