30 Andong Berhias Ikuti Kontes di Yogya, Angkat Citra Pariwisata dan Budaya Kota

JogjaViews
1 Des 2025 05:05
2 menit membaca

YOGYAKARTA, jogjaviews.com – Sebanyak 30 andong turut berpartisipasi dalam Kontes Kuda Andong 2025 bertema “Kuda Sehat dan Sejahtera untuk Transportasi Tradisional, Pariwisata, dan Budaya”. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan itu berlangsung di halaman parkir Gedung DPRD DIY, Minggu (30/11).

Kontes ini digelar sebagai upaya edukasi, pelestarian, dan apresiasi terhadap keberadaan andong yang menjadi transportasi tradisional sekaligus ikon pariwisata dan budaya Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir langsung menyaksikan kemeriahan. Ia mengapresiasi kreativitas peserta yang menghias andong dengan berbagai ornamen menarik, sekaligus menekankan pentingnya mempertahankan keberadaan andong di tengah arus modernisasi.

“Andong adalah transportasi tradisional yang harus dilestarikan. Di banyak daerah, alat transportasi seperti ini sudah punah, tetapi di Jogja—khususnya Malioboro—kita masih bisa mempertahankannya,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, festival ini perlu terus digelar karena menjadi atraksi wisata yang memperkuat identitas budaya Yogyakarta. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberadaan andong sebagai simbol keistimewaan kota.

Wali kota juga menyoroti pentingnya perawatan kesehatan kuda, mulai dari pola makan hingga kebiasaan buang air. Ia berharap dokter hewan dan pemilik andong rutin melakukan pemantauan demi menjaga kesejahteraan satwa tersebut.

Saat ini terdapat sekitar 400 andong di Kota Yogyakarta, sementara kawasan Malioboro hanya mampu menampung 40–60 unit. Karena itu, Pemkot menilai perlu adanya lokasi khusus untuk tempat antre andong berikut fasilitas sanitasi.

Salah satu peserta kontes, Dwi Gus Cahyono, menyambut baik penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat hubungan antara kusir dan pemerintah, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya andong.

“Acara seperti ini positif dan membuat kami kusir lebih dekat dengan pemerintah. Harapannya bisa jadi agenda tahunan. Andong kan salah satu ikon Jogja,” ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, seluruh peserta mengikuti Parade Andong dengan rute DPRD DIY – Malioboro – Panembahan Senopati – Mataram – Abu Bakar Ali – kembali ke DPRD DIY. Arak-arakan ini menarik perhatian wisatawan yang memadati kawasan Malioboro.

Ajang tahun ini memperebutkan Juara Umum Piala Wali Kota Yogyakarta, diberikan kepada kelompok jasa andong wisata dengan raihan juara terbanyak dari total 14 kelompok. Kategori lomba lain meliputi Kuda Penampilan Terbaik (Best Performance), Kuda Sehat, Andong Terbaik, dan Kusir Terbaik, masing-masing dengan tiga peringkat juara.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x