Presiden Prabowo Tegaskan Kesejahteraan Atlet Prioritas: Beasiswa, Karier, dan Pusat Olahraga Nasional

JogjaViews
26 Nov 2025 01:47
2 menit membaca

Jakarta, Jogjaviews.com — Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/11/2025). Pertemuan tersebut menghasilkan tiga arahan utama yang menyoroti peningkatan kesejahteraan atlet serta penguatan ekosistem pembinaan olahraga nasional.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa Presiden secara tegas meminta agar kesejahteraan atlet menjadi prioritas pemerintah. Salah satu fokusnya adalah penataan beasiswa LPDP khusus atlet agar lebih tepat sasaran.

“Bapak Presiden ingin memastikan kesejahteraan atlet itu menjadi prioritas. Ada tiga hal yang beliau minta saya tindaklanjuti. Satu, mengenai beasiswa atlet LPDP untuk benar-benar nanti dialokasikan seperti apa,” ujar Erick usai pertemuan.

Selain beasiswa, Presiden Prabowo membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk berkarier di sektor pelayanan publik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Presiden juga meminta peninjauan ulang terhadap skema bonus atlet SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Finalisasi angkanya masih menunggu konsultasi dengan Kementerian Keuangan.

“Ini angkanya belum boleh karena saya mesti konsultasi dulu dengan Kemenkeu karena ini kan kita mesti bikin rencana besar daripada anggaran negara,” kata Erick.

Dalam agenda jangka panjang, Presiden Prabowo juga mendorong lahirnya payung hukum baru untuk menentukan fokus pembinaan pada 21 cabang olahraga menuju Olimpiade. SEA Games dan Asian Games akan menjadi target antara sebagai batu loncatan.

“Kita benar-benar harus efisien, tepat sasaran, sehingga pengiriman atlet nanti tidak coba-coba lagi tapi benar-benar semua ada targetnya,” tambahnya.

Arah penguatan berikutnya adalah pembangunan Pusat Olahraga Nasional, sebuah kawasan terpadu yang akan dilengkapi akademi olahraga, asrama atlet, sarana latihan modern, hingga layanan kesehatan terbaik. Area seluas 300 hektare sudah disiapkan Presiden untuk pembangunan fasilitas tersebut, meski lokasinya masih dalam proses administrasi.

“Para atlet muda yang usia 12 tahun jangan putus sekolah, tetapi dia diimbangkan dengan edukasi sambil berlatih hingga jenjang prestasi berikutnya,” tutur Erick.

Ia menegaskan, kehadiran kawasan olahraga berskala nasional itu akan menjadi fondasi baru pembinaan atlet Indonesia yang lebih terstruktur, berkesinambungan, dan berdaya saing tinggi.

sumber: setneg

x
x