Pertama di Indonesia, 1.000 Marbot Masjid Bantul Dapat Jaminan Ketenagakerjaan BPJS

JogjaViews
18 Nov 2025 12:31
2 menit membaca

Bantul, Jogjaviews.com – Sebanyak 1.000 marbot masjid di Kabupaten Bantul resmi mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, menjadikannya program pertama di Indonesia bagi profesi marbot. Inisiatif ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bantul dan BAZNAS Bantul untuk meningkatkan perlindungan bagi para penjaga rumah ibadah yang menjadi tulang punggung aktivitas masjid.

Program tersebut diperkenalkan dalam Sosialisasi Menara Masjid dan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang digelar di Pendopo Parasamya, kompleks Pemda I, Senin (17/11/2025). Acara diikuti 250 takmir dan dihadiri langsung oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.

Ketua BAZNAS Bantul, Damanhuri, menegaskan bahwa marbot diposisikan sebagai asnaf fisabilillah, sehingga pendanaan dari zakat dapat digunakan untuk membiayai kepesertaan BPJS mereka. “Ini langkah awal yang baik dan direncanakan terus berlanjut,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari BPJS Ketenagakerjaan pusat. Asisten Deputi Kepesertaan Program Khusus Hery Johari menyebut penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk perlindungan marbot adalah langkah tepat. Jaminan yang diberikan mencakup biaya perawatan kecelakaan kerja hingga penggantian penghasilan ketika sakit.

“Keluarga tidak perlu khawatir soal nafkah,” kata Hery.

Ia berharap program ini diperluas. “Saya berharap program ini ditingkatkan dengan mengajak muzakki dari Pemda maupun mitra BPJS menyampaikan zakat, infak, dan sedekah untuk para mustahiq,” imbuhnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi program ini. Ia menilai marbot memiliki peran vital dalam memastikan masjid berfungsi optimal. “Ini bukti betapa bermanfaatnya dana zakat yang dibayarkan para muzakki, sehingga menguatkan masjid sebagai pusat pembinaan umat,” ujarnya.

Salah satu marbot penerima manfaat, Pardi dari Masjid Baiturrahman Bambanglipuro, mengaku bersyukur. Ia berharap seluruh marbot di Bantul dapat diberi perlindungan serupa.

“Masjid di Bantul lebih dari 2.000. Semoga ke depan semua pengurus bisa menerima manfaat ini,” ucapnya.

Selain jaminan ketenagakerjaan, kegiatan ini juga mengenalkan aplikasi Menara Masjid, platform digital untuk membantu takmir mengelola kegiatan hingga keuangan masjid. Bupati Halim optimistis aplikasi ini bisa meningkatkan transparansi dan mengurangi risiko pengelolaan.

“Perkara haq harus dikelola sebaik mungkin,” pesannya.

Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Nugroho, menyebut aplikasi Menara Masjid kini digunakan oleh 11.000 masjid dari target 40.000. Selain manajemen masjid, aplikasi ini memungkinkan pengguna mencari masjid terdekat serta memantau informasi zakat, infak, dan sedekah.

sumber: bantulkab.go.id

x
x