Pemerintah Percepat Pemulihan Akses Transportasi untuk Distribusi Logistik Pascabencana di Aceh

JogjaViews
14 Des 2025 05:25
2 menit membaca

Jogjaviews.com – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memulihkan akses transportasi di Provinsi Aceh guna mendukung kelancaran distribusi logistik pascabencana banjir dan tanah longsor. Fokus utama penanganan diarahkan pada perbaikan jalan nasional dan jembatan yang memiliki peran krusial dalam menjangkau wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan percepatan pemulihan infrastruktur menjadi prioritas agar distribusi bantuan tidak lagi bergantung pada jalur udara.

“Kami terus memperbaiki akses jalan dan jembatan yang rusak. Harapannya, awal pekan depan jalur darat sudah bisa dioptimalkan sehingga tonase bantuan yang dikirim dapat meningkat signifikan,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh di Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan, akses Jalan Nasional Pidie Jaya–Bireuen kini telah tersambung setelah Jembatan Krueng Meureudu difungsikan sejak 12 Desember 2025. Meski masih dalam tahap perbaikan, jembatan tersebut sudah dapat dilalui dan mendukung mobilitas logistik.

Sementara itu, akses Pidie menuju Aceh Tengah melalui Geumpang–Pameu–Simpang Uning masih terputus. Kendaraan roda empat baru bisa mencapai Kecamatan Rusip Antara, sedangkan tiga jembatan yang putus masih dalam tahap penanganan.

Untuk jalur Aceh Tengah–Nagan Raya melalui Lhok Seumot–Jeuram, akses sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Proses penimbunan oprit dan badan jalan terus dilakukan dengan target fungsional pada 17 Desember 2025.

Adapun akses Gayo Lues–Aceh Tenggara via Kutacane masih terkendala akibat dua jembatan putus serta longsor pada badan jalan. Namun, satu titik jalan yang sebelumnya terputus kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Dalam hal perbaikan jembatan, Abdul menyebut sejumlah progres signifikan telah dicapai. Jembatan Teupin Reudeup dan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, beberapa lokasi masih mengalami kendala cuaca, seperti Jembatan Kutabalang di Bireuen yang baru mencapai 40,7 persen, serta Jembatan Jeurata di Aceh Tengah yang masih pada tahap awal perbaikan.

Selain pemulihan infrastruktur, BNPB juga mulai menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyiapan huntara dilakukan secara paralel dengan penanganan darurat yang masih berlangsung.

Abdul menegaskan, penentuan lokasi huntara harus melalui kajian matang, khususnya dari aspek hidrologis, guna memastikan hunian aman dari potensi bencana susulan.

“Penanganan bencana kami fokuskan pada lima hal utama, yakni pencarian dan pertolongan, distribusi logistik, pemulihan akses jalan, akses komunikasi, dan akses energi. Semua dilakukan secara paralel agar pemulihan berjalan optimal,” pungkasnya.

Sumber: infopublik.id

x
x