DWP Kota Yogyakarta rayakan HUT ke-26 dengan lomba tumpeng jajanan tradisional, gaungkan cinta pangan lokal dan konsep ramah lingkungan. foto: Warta.jogjakota.go.idYogyakarta, Jogjaviews.com — Balai Kota Yogyakarta ramai sejak pagi, Jumat (7/11/2025). Ratusan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Yogyakarta berkumpul dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-26 DWP yang akan jatuh pada 7 Desember mendatang.
Agenda kali ini tak hanya diisi dengan senam massal dan bazar murah, tapi juga Lomba Kreasi Tumpeng Jajanan Tradisional yang sarat makna pelestarian kuliner lokal.
Ketua DWP Kota Yogyakarta, Dian Aman Yuriadijaya, mengatakan, kegiatan ini menjadi wujud semangat perempuan-perempuan Yogyakarta yang cerdas, sehat, dan kreatif sesuai dengan tema nasional “Peran Dharma Wanita dalam Membangun Perempuan yang Smart menuju Indonesia Emas 2045.”
“Ini bukan sekadar lomba, tapi ajang kebersamaan untuk memperkuat semangat perempuan agar tetap sehat jasmani dan rohani,” ujar Dian di sela kegiatan.
Senam massal di Plaza Balai Kota diikuti sekitar 200 peserta dari 55 unit pelaksana (UP) DWP, sedangkan lomba tumpeng jajanan tradisional diikuti 33 perwakilan DWP dari berbagai perangkat daerah. Tak kalah meriah, bazar dan pasar murah menghadirkan 40 stan, terdiri atas 30 UMKM lokal dan 10 stan DWP Kota Yogyakarta.
Dian menekankan, lomba tumpeng kali ini mengusung semangat kemandirian pangan lokal. Peserta ditantang membuat tumpeng jajanan dari bahan non-gandum seperti singkong dan pisang.
“Kita ingin mengedepankan bahan baku lokal dan menghindari ketergantungan pada produk impor. Misalnya, roti dari singkong justru lebih baik dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Lomba ini juga menjadi sarana edukasi agar generasi muda kembali mencintai jajanan pasar khas Nusantara. “Sekarang banyak jajanan modern, padahal jajanan tradisional kita tak kalah enak dan bergizi,” tambah Dian.
Kreasi para peserta pun memukau. Juara 1 diraih Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan karya “Tumpeng Lestari” yang mengusung konsep ramah lingkungan dan zero waste. Juara 2 disabet Kemantren Wirobrajan, disusul Kemantren Mantrijeron sebagai Juara 3. Sementara Disdikpora dan Kementerian Agama Kota Yogyakarta masing-masing meraih Harapan 1 dan Harapan 2.
Tri Rahayu dan Ani Kuspriyani dari DLH yang keluar sebagai juara pertama menjelaskan, konsep Tumpeng Lestari menggunakan bahan alami dan tanpa sampah plastik.
“Semua bahan dari jajanan tradisional seperti lemper, klepon, moto kebo, dan sawut singkong. Kami pakai tepung ketan tanpa terigu, jadi murni bahan lokal,” ujar Tri.
Ani menambahkan, bahkan ornamen tumpeng pun memanfaatkan bahan ramah lingkungan. “Rangkanya dari gedebog pisang yang nanti bisa dijadikan kompos, hiasan dari kulit semangka juga bisa dikomposkan. Jadi benar-benar tidak ada limbah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, DWP Kota Yogyakarta berharap semangat pelestarian pangan lokal bisa terus hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
sumber: Warta,jogjakota.go.id

