Yogyakarta Perkuat Karakter dan Inovasi Anak Muda untuk Sambut Indonesia Emas 2045

JogjaViews
8 Des 2025 02:23
2 menit membaca

Sleman, jogjaviews.com – Upaya memperkuat karakter dan inovasi generasi muda Yogyakarta kembali ditegaskan dalam Diskusi Publik bertajuk “Peran Yogyakarta dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045: Membesarkan Keistimewaan untuk Masa Depan” yang berlangsung di Wakijan Coffee, Minggu (7/12/2025) malam. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dan akademisi UGM Prof Wihana Kirana Jaya.

Dalam forum tersebut, Wawan Harmawan menyoroti tantangan generasi Z dan alfa yang kelak menjadi penentu arah pembangunan nasional. Menurutnya, kecakapan teknologi, pengetahuan luas, dan akses informasi bukanlah satu-satunya bekal yang dibutuhkan anak muda untuk menghadapi masa depan.

“Adik-adik ini saya yakin pengetahuannya sangat luas karena lahir di era teknologi. Tapi mengetahui saja tidak cukup. Yang paling penting adalah pondasi budi pekerti dan marwah budaya kita, apalagi orang Jogja jangan sampai kehilangan jogjanya,” ujarnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta pun telah menyiapkan langkah konkret. Mulai 2026, pelajar SD dan SMP direncanakan mendapatkan kelas khusus budi pekerti dan muatan lokal setiap hari Sabtu. Program ini ditujukan untuk memperkuat pendidikan karakter, unggah-ungguh, budaya, dan seni tradisional di sekolah.

Sementara itu, Prof Wihana Kirana Jaya menegaskan posisi Yogyakarta sebagai kota pendidikan yang memiliki akar kuat pada budaya, sejarah, dan heritage. Kekayaan tersebut, menurutnya, merupakan modal strategis untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Jogja itu magnet pendidikan yang berbasis budaya dan sejarah. Kita punya ekosistem heritage Jogja–Borobudur–Prambanan–Sangiran yang sangat kuat. Tantangannya adalah bagaimana membawa kekuatan ini ke masa depan, karena 2045 itu seperti besok. Tomorrow is today,” jelasnya.

Wihana juga mendorong pengembangan kreativitas dan inovasi yang memadukan teknologi dengan nilai budaya. Cerita-cerita lokal, seperti legenda Borobudur dan Prambanan, disebutnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk kreatif berdaya saing global melalui animasi, industri kreatif, dan teknologi digital.

“Pariwisata harus disandingkan dengan sains, teknologi, engineering, dan matematika, tetapi tetap dikemas dengan seni budaya. Tantangan terbesar sekarang adalah membuat storytelling yang kuat dan global,” tuturnya.

Diskusi yang diikuti mahasiswa dan komunitas muda ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui karakter kuat dan inovasi berkelanjutan.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x