Kontes Kuda Andong 2025 Digelar di Yogyakarta, Perkuat Edukasi Kesejahteraan Hewan & Pariwisata

JogjaViews
29 Nov 2025 07:28
2 menit membaca

YOGYAKARTA, jogjaviews.com — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan menghelat Kontes Kuda Andong 2025 pada Minggu, 30 November 2025, di Halaman DPRD DIY. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Yogyakarta, Koperasi Jasa Andong Wisata Kota Yogyakarta, serta Fakultas Peternakan UGM.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, menjelaskan bahwa kontes tersebut menjadi langkah awal memperkuat edukasi mengenai perawatan kuda, kesehatan hewan, hingga kebersihan lingkungan bagi para pemilik dan kusir andong.

“Andong adalah ikon budaya dan transportasi tradisional Yogyakarta. Tugas kami bukan hanya mempertahankannya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga memastikan kesejahteraan dan kesehatan kudanya,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Diskominfosan Kota Yogyakarta, Jumat (28/11/2025).

Menurut Sri, sejumlah masukan masyarakat dalam dua tahun terakhir—mulai dari kondisi kuda kehujanan hingga isu kebersihan lingkungan di kawasan Malioboro—mendorong perlunya edukasi lebih komprehensif bagi pelaku andong.

Kontes Kuda Andong 2025 akan diikuti 30 peserta yang terdiri dari kuda, andong, dan kusir. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi dan penilaian juri, disusul seremoni resmi serta parade andong yang mengelilingi area sekitar DPRD DIY.

Empat kategori dilombakan pada kegiatan ini, yaitu Kuda Penampilan Terbaik (mendapatkan Piala Dekan Fakultas Peternakan UGM), Kuda Sehat, Andong Terbaik, dan Kusir Terbaik. Adapun Juara Umum akan menerima piala yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta.

Sri Panggarti berharap kontes ini dapat menjadi agenda berkelanjutan lintas perangkat daerah. Menurutnya, aspek andong tak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga transportasi, pariwisata, hingga budaya.

“Kami ingin menyiapkan andong sebagai ikon Yogyakarta yang tidak hanya cantik dan menarik bagi wisatawan, tetapi juga sehat, layak, dan dikelola dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata Kota Yogyakarta, Rahmat Aryanto, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pemkot terhadap kesejahteraan kuda dan pelaku andong.

“Selama ini ternyata banyak dinas yang memperhatikan kami, mulai dari Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kebudayaan, hingga Dinas Perhubungan. Kami merasa didukung untuk terus berbenah,” ujarnya.

Rahmat menambahkan bahwa kontes ini mendorong pelaku andong untuk meningkatkan perawatan kuda, menjaga kebersihan, dan merapikan andong, terutama menjelang penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

“Ternyata kami adalah bagian dari ikon Keistimewaan Jogja. Karena itu, kami ingin terus memperbaiki kualitas andong dan pelayanan kami,” katanya.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x