Sebanyak 89 lansia Kota Yogyakarta diwisuda Sekolah Lansia. Pemkot Yogya menargetkan penambahan sekolah lansia menjadi 15 pada 2026. Foto: warta.jogjakota.go.idJogjaviews.com – Sebanyak 89 lansia di Kota Yogyakarta mengikuti wisuda Sekolah Lansia yang digelar Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Wisuda berlangsung di Balai Kota Yogyakarta, Senin (15/12/2025).
Peserta wisuda terdiri atas 50 lansia dari Sekolah Lansia Standar 1 Sembada Padi Kelurahan Suryodiningratan dan 39 lansia dari Sekolah Lansia Standar 2 Gemati Kelurahan Gedongkiwo. Program ini merupakan pendidikan nonformal yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan ketangguhan lansia.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi semangat para lansia yang mengikuti Sekolah Lansia hingga tuntas. Ia menilai program tersebut memiliki manfaat besar karena membekali lansia dengan pengetahuan dan keterampilan hidup mandiri.
“Sekolah Lansia itu sangat bermanfaat karena banyak lansia yang kurang mendapatkan perhatian tentang bagaimana cara hidup mandiri,” ujar Hasto.
Hasto berharap para lansia tidak menjadi beban bagi keluarga, khususnya bagi generasi sandwich yang selama ini turut menanggung kebutuhan orang tua. Mengingat jumlah lansia di Kota Yogyakarta cukup tinggi dengan usia harapan hidup yang panjang, Pemkot Yogyakarta berencana menambah jumlah Sekolah Lansia.
“Tahun 2026 sudah kami masukkan dalam rencana kegiatan dan anggaran. Sekolah Lansia akan ditambah menjadi 15 dari yang saat ini baru sekitar enam sekolah,” jelasnya.
Ia menegaskan, Sekolah Lansia mengacu pada visi mewujudkan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART). Konsep tersebut diperkuat dengan tujuh dimensi lansia tangguh, yakni spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial, vokasional, dan lingkungan.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta Retnaningtyas menjelaskan bahwa pembelajaran Sekolah Lansia mencakup seluruh dimensi tersebut dan telah dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan. Peserta tertua dalam wisuda kali ini berusia 86 tahun.
“Sekolah Lansia bertujuan meningkatkan keterampilan, pengetahuan kesehatan, keagamaan, dan sosial budaya, sekaligus menumbuhkan kemandirian serta rasa percaya diri lansia,” kata Retnaningtyas.
Salah satu peserta wisuda tertua, Siti Rodjinah (86), warga Suryodiningratan, mengaku banyak memperoleh manfaat dari Sekolah Lansia, terutama terkait pengetahuan kesehatan dan perawatan diri.
“Saya merasa bahagia, bisa kumpul dengan sesama lansia. Yang penting banyak berdoa, tetap bergerak, dan jangan mudah emosi,” ujar Siti.
Sumber: warta.jogjakota.go.id

