313 Pramuka Yogya Tuntaskan PDT ke-54, Wali Kota: Bukan Sekadar Uji Fisik tapi Bentuk Karakter

JogjaViews
23 Des 2025 07:28
2 menit membaca

Jogjaviews.com – Sebanyak 313 Pramuka Penegak dari SMA, SMK, dan MA di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menuntaskan Pengembaraan Desember Tradisional (PDT) ke-54 yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta.

Penutupan kegiatan ditandai dengan apel penutupan di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Senin (22/12/2025), yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Pemukulan gong menjadi simbol berakhirnya pengembaraan yang telah berlangsung selama lima hari.

Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan generasi muda. Menurutnya, PDT merupakan bentuk pendidikan karakter yang hidup, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman.

“Setiap langkah yang ditempuh adalah proses belajar tentang ketangguhan, kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab. Pengembaraan ini tidak hanya menguji fisik, tetapi juga membentuk mental dan karakter,” ujar Hasto.

Ia menambahkan, nilai-nilai luhur kepramukaan teraktualisasi dalam PDT, mulai dari kerja sama tim, membangun visi bersama, hingga melawan “musuh bersama” seperti kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan kemalasan. Terlebih, rute pengembaraan menapaki jejak sejarah Kerajaan Mataram Kuno yang sarat nilai kearifan lokal.

Hasto menegaskan, Gerakan Pramuka merupakan wadah strategis dalam membentuk watak, karakter, dan kepribadian generasi muda agar selaras dengan perkembangan zaman. Melalui PDT ke-54, tujuan tersebut diwujudkan lewat berbagai aktivitas edukatif, pengembaraan prestasi, hingga kegiatan bakti sosial.

“Manfaatkan pengalaman ini sebagai refleksi diri untuk membentuk pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, cerdas, dan berguna bagi bangsa dan negara,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Sangga Kerja PDT ke-54, Luqman Abdul Muluk Sitorus, melaporkan bahwa PDT 2025 berlangsung pada 18–22 Desember 2025 dengan tema “Jejak Peradaban Mataram Kuno” dan slogan “Mataram Kuno Sejarah Bersatu dengan Alam.”

Para peserta menempuh rute sejauh 54 kilometer, melintasi wilayah Berbah, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Depok, Gondokusuman, hingga Umbulharjo. Selain pengembaraan, peserta juga mengikuti kegiatan edukatif, giat bakti, pengembangan bakat, serta berbagai kompetisi.

Salah satu peserta, Khadeesyah Khafijjah, siswi SMAN 9 Yogyakarta, mengaku pengembaraan ini menjadi pengalaman berharga. Menurutnya, tantangan terberat dirasakan pada hari pertama karena harus beradaptasi dengan alam sekaligus menyiapkan stamina untuk etape berikutnya.

“Seru dan menyenangkan. Paling berkesan saat pengambilan etape karena bersaing dengan sekolah lain. Pramuka itu mengajarkan kemandirian dan ketangguhan. Kalau tidak kuat, perjalanan sejauh ini tidak akan bisa dilewati,” tuturnya.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x