Pemkot Yogya edukasi peduli sampah lewat wayang dari botol plastik di SDN Ungaran I, ajarkan budaya sekaligus lingkungan sejak dini. foto: warta.jogjakota.go.idYogyakarta, Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar resital dalang anak di SDN Ungaran I Yogyakarta, Jumat (14/11/2025). Acara yang digagas Dinas Kebudayaan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan wayang, tetapi juga edukasi pengolahan sampah menggunakan media wayang dari botol plastik bekas.
Pertunjukan mengusung lakon Sena Ngundhuh Layangan, yang menyelipkan pesan moral tentang mengendalikan amarah dan pentingnya kasih sayang. Anak-anak tampak antusias memainkan wayang dari botol plastik, belajar bahwa limbah pun bisa disulap menjadi karya seni bernilai.
Booth Wayang Kristal yang memamerkan wayang dari botol plastik jadi pusat perhatian. Anak-anak diajari memotong, membentuk, hingga merangkai botol bekas menjadi tokoh wayang. Mereka juga mengikuti kuis seputar sampah dan lingkungan.
“Keren sekali, adik-adik bisa bermain wayang di SD Ungaran ini. Tadi juga ada pembelajaran berkaitan dengan pengelolaan sampah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti.
Yetti menjelaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memasukkan nilai-nilai baru yang relevan dengan tantangan zaman, seperti kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap siswa juga mulai bijak dalam memilih makanan dengan kemasan yang mudah didaur ulang.
Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Susilo Munandar, mengatakan resital dalang anak ini mengusung tema “anak sekolah peduli sampah”. Kegiatan tersebut tidak sekadar melestarikan seni pedalangan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini.
Ia menambahkan bahwa SDN Ungaran I dipilih sebagai lokasi karena sekolah tersebut menjadi salah satu dari 60 bangunan cagar budaya di Kotabaru. Selain itu, sekolah ini dinilai berhasil mengelola sampah secara mandiri. Dinas Kebudayaan juga telah melakukan rehabilitasi fisik seperti perbaikan atap bocor, pengecatan, hingga penggantian keramik rusak.
Sementara itu, Kepala SDN Ungaran I Yogyakarta, Sudarmadi, menyampaikan bahwa sekolahnya telah lama menerapkan pengelolaan sampah mandiri dengan sistem biopori jumbo dan pakan maggot.
“Kami tidak menyuplai sampah keluar. Semua sampah kita olah di sini. Dari SD Ungaran satu, anak-anak sudah tahu cara membuang dan mengelola sampah. Semoga ini menginspirasi anak-anak untuk peduli lingkungan sekaligus budaya,” ujarnya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis wayang dari botol plastik kepada para dalang cilik, sebagai tanda dimulainya pertunjukan utama.
sumber: warta.jogjakota.go.id

