Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menghadiri Pengajian Akbar Ruahan di Ponpes Al Qodiriy Semin sebagai penguatan nilai spiritual dan tradisi. Foto: Gunungkidulkab,go,idGunungkidul, Jogjaviews.com – Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Al Qodiriy Semin saat ratusan jamaah mengikuti Pengajian Akbar Ruahan. Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto hadir langsung, menegaskan pentingnya tradisi keagamaan sebagai perekat spiritual dan sosial masyarakat.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menghadiri Pengajian Akbar Ruahan yang digelar di Pondok Pesantren Al Qodiriy, Padukuhan Munggur, Kapanewon Semin, Rabu (28/01/2026). Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh santri, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Gunungkidul dan sekitarnya.
Pengajian Akbar Ruahan merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Syakban atau dikenal sebagai bulan ruah. Tradisi ini diisi dengan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar mendoakan para leluhur yang telah wafat, sekaligus menjadi ruang refleksi spiritual menjelang Ramadan.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Qodiriy Semin, Akhid Sutoyo, menyampaikan bahwa tradisi ruahan memiliki makna penting bagi masyarakat Jawa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat agar generasi masa kini tidak tercerabut dari akar budaya dan nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Setiap bulan ruah, masyarakat diajak untuk mendoakan dan berziarah kepada leluhur sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usul. Tradisi ini, menurut Akhid Sutoyo, juga menjadi sarana menjaga nilai kejawen yang selaras dengan ajaran Islam dan kehidupan bermasyarakat yang beradab.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pengajian Akbar Ruahan tersebut. Ia menilai majelis keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan religius, mempererat persaudaraan umat, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk membangun masyarakat yang berakhlak dan berdaya.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, lanjut Joko Parwoto, memandang pesantren dan majelis keagamaan sebagai mitra penting dalam pembangunan daerah. Berbagai program terus didorong agar sejalan dengan peran pesantren, mulai dari penguatan pendidikan keagamaan, pengembangan sumber daya santri, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pesantren, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah dalam menjaga harmoni kebangsaan yang religius. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Melalui majelis Pengajian Akbar Ruahan ini, Wakil Bupati berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi energi moral dalam pengabdian, serta memperkuat kerja sama antara ulama, pesantren, dan pemerintah daerah demi kemaslahatan masyarakat Gunungkidul.
sumber: Gunungkidulkab.go.id

