Puncak HGN dan HUT ke-80 PGRI DIY di Sleman: Bupati Harda Ajak Guru Perkuat Mutu Pendidikan

JogjaViews
11 Des 2025 05:54
2 menit membaca

SLEMAN, jogjaviews.com — Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digelar pada Rabu (12/10) di Pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman. Acara ini dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, Ketua PGRI DIY Didik Wardaya, serta pengurus dan perwakilan guru dari seluruh kabupaten/kota se-DIY.

Mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menjadi momentum penguatan peran serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Bupati Harda menegaskan bahwa guru memiliki kontribusi vital dalam membentuk generasi penerus yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing.

“Mari tingkatkan upaya kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berkarakter, berdaya saing, bermoral dan berakhlak mulia,” ujar Harda dalam sambutannya.

Bupati Sleman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru atas pengabdian mereka, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika pendidikan. Ia menilai guru bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan moral dan karakter bagi siswa. “Saya ndherek titip masa depan Sleman, masa depan DIY, kepada Bapak-Ibu Guru sekalian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PGRI DIY Didik Wardaya menegaskan komitmen organisasi untuk terus memperkuat profesionalitas guru serta memperluas kolaborasi demi kemajuan pendidikan. Didik memaparkan bahwa sejumlah kegiatan telah digelar selama rangkaian peringatan HGN dan HUT PGRI, di antaranya Workshop Perempuan PGRI, Lomba Anugerah Guru Prima, Training of Trainers Robotik SLCC, Gelar Karya Guru, dan Seminar Internasional bersama Universitas PGRI Yogyakarta serta mitra dari Malaysia.

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bersama PGRI DIY untuk memperkuat kompetensi, profesionalitas, dan solidaritas guru dalam memajukan pendidikan Yogyakarta,” ujarnya.

Puncak peringatan ini sekaligus menegaskan kembali peran guru sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

x
x