Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Kampung Haji dan Hunian Warga Terdampak Bencana

JogjaViews
28 Des 2025 08:10
2 menit membaca

Jakarta, Jogjaviews.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Sabtu malam (27/12/2025). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis nasional dan internasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa salah satu fokus utama pembahasan adalah perkembangan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi. Presiden Prabowo meminta laporan detail mengenai titik lokasi menara, luas kawasan, serta tahapan pelaksanaan proyek yang berlokasi di Kota Makkah tersebut.

Menurut Teddy, Menteri Rosan melaporkan bahwa program Kampung Haji mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Arab Saudi. Dukungan ini merupakan hasil dari inisiatif dan diplomasi Presiden Prabowo, termasuk komunikasi langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, pada 8 Desember 2025.

“Pemerintah Saudi memberikan dukungan penuh terhadap program Kampung Haji Indonesia. Proses pembahasannya juga telah dilakukan secara intensif melalui beberapa pertemuan,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Tercatat, Menteri Rosan telah melakukan setidaknya empat kali pertemuan dengan pihak Pemerintah Arab Saudi untuk membahas rencana pembangunan Kampung Haji. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan kesiapan proyek dari sisi teknis maupun diplomatik.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menegaskan visinya agar seluruh jemaah haji Indonesia memiliki tempat penginapan yang layak, nyaman, dan berlokasi cukup dekat dengan Masjidil Haram. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan ibadah haji bagi jemaah Indonesia.

Selain agenda luar negeri, Presiden Prabowo juga meminta laporan terkait pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di Sumatra. BPI Danantara saat ini tengah membangun sekitar 15.000 unit hunian sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.

“Menteri Rosan melaporkan bahwa sekitar 500 hunian ditargetkan siap pada minggu ini, sementara pembangunan hunian lainnya masih terus berjalan,” jelas Teddy.

Pembangunan hunian tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan yang cepat, terukur, dan berkeadilan bagi masyarakat terdampak bencana.

sumber: Setneg

x
x