Mendikdasmen Abdul Mu’ti pastikan revitalisasi SD terdampak banjir di Langkat masuk prioritas 2026 demi pemulihan pendidikan pascabencana. Foto: infopublik.idJogjaviews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan revitalisasi sekolah terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi prioritas pemerintah pada tahun anggaran 2026. Hal tersebut disampaikan saat Mendikdasmen meninjau langsung kondisi SD 057239 Sekoci, Dusun Suka Ramai, Kamis (11/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen disambut ceria oleh para siswa yang tetap bersemangat meski harus belajar di tengah keterbatasan. Di lokasi, Abdul Mu’ti menyaksikan langsung kerusakan parah bangunan sekolah akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Anak-anak harus tetap tegar dan semangat belajar. Gedung sekolah ini akan kami renovasi agar kalian bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan para siswa.
Ia menegaskan, SD 057239 Sekoci akan masuk dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan di daerah terdampak bencana. Menurutnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berkomitmen memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
“Dampaknya sangat parah. Pemerintah hadir untuk memulihkan proses pembelajaran dan memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan,” tegasnya.
Selain peninjauan, Mendikdasmen juga menyalurkan bantuan bagi siswa, guru, dan warga satuan pendidikan sebagai langkah cepat pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekolah dan mendukung kelangsungan kegiatan belajar.
Kepala SD 057239 Sekoci, Saria Br Bangun, mengungkapkan kondisi sekolah yang hampir seluruh ruang kelasnya rusak. Dari beberapa ruang belajar, hanya satu kelas yang masih bisa digunakan, sementara kegiatan belajar lainnya dilakukan di tenda darurat.
“Kami sangat membutuhkan seragam, peralatan sekolah, serta revitalisasi gedung agar proses belajar bisa berjalan normal kembali,” ungkapnya.
Salah satu siswa, Febby Cindy Aulia, mengaku kehilangan buku, seragam, dan sepatu sekolah akibat banjir. Meski demikian, ia tetap berharap sekolahnya segera diperbaiki. “Semoga sekolah kami bisa direnovasi agar kami bisa belajar dengan aman dan nyaman. Terima kasih Pak Menteri,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Hanna Azwiyah yang menyebut salah satu fasilitas teknologi sekolah berupa Interactive Flat Panel (IFP) rusak terseret arus banjir, padahal baru digunakan kurang dari dua minggu.
Kunjungan Mendikdasmen ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memastikan penataan ulang fasilitas pendidikan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Revitalisasi sekolah, pemenuhan sarana belajar, serta pendampingan pascabencana menjadi prioritas agar proses pendidikan dapat segera pulih.
Sumber: infopublik.id

