Kampung Wisata Sosromenduran Angkat Kehidupan Urban, Perkuat Daya Tarik Wisata Malioboro

JogjaViews
21 Des 2025 08:42
3 menit membaca

Yogyakarta, jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat identitas dan daya saing sektor pariwisata melalui pengembangan kampung wisata. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dengan peluncuran branding dan logo baru Kampung Wisata Sosromenduran sebagai destinasi wisata kampung kota berbasis budaya, sejarah, dan kehidupan urban, yang digelar di Kawasan Malioboro, Jumat malam (19/12/2025).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, mengatakan peluncuran branding ini menjadi penanda identitas baru Kampung Wisata Sosromenduran sekaligus upaya memperkuat citra pariwisata Kota Yogyakarta di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Branding Kampung Wisata Sosromenduran ini menegaskan posisinya sebagai destinasi kampung kota yang mengangkat nilai budaya, sejarah, serta kehidupan masyarakat urban yang khas Yogyakarta,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, logo baru Kampung Wisata Sosromenduran mengusung konsep Sapta Malioboro, yang merepresentasikan tujuh kampung di bawah naungan Kampung Wisata Sosromenduran, yakni Kampung Sitisewu, Sosrowijayan Wetan, Sosrowijayan Kulon, Sosromenduran, Sosrodipuran, Pajeksan, dan Jogonegaran.

Ketujuh kampung tersebut memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Kampung Sitisewu dikenal dengan kerajinan kain perca serta kesenian musik tradisional kentongan. Kampung Sosrodipuran memiliki daya tarik kerajinan kulit dan seni tari, sementara Kampung Pajeksan menawarkan atraksi seni barongsai dan musik keroncong.

Adapun Kampung Jogonegaran mengembangkan konsep kampung sayur dan kuliner olahan berbasis pemberdayaan masyarakat. Untuk Kampung Sosrowijayan Kulon, kawasan ini telah lebih dahulu dikenal melalui branding Pasar Kembang yang menjadi salah satu ikon kawasan wisata di Yogyakarta.

“Keberagaman potensi inilah yang dirangkum dalam konsep Sapta Malioboro sebagai identitas bersama Kampung Wisata Sosromenduran,” jelas Wahyu.

Menurutnya, Kampung Wisata Sosromenduran dipilih sebagai lokasi penguatan branding karena letaknya yang strategis di sekitar Malioboro dan menjadi kawasan penyangga sumbu filosofis Yogyakarta. Keberadaan kampung wisata ini turut mendukung aktivitas pariwisata dengan menyediakan sarana, prasarana, serta pengalaman wisata berbasis kehidupan masyarakat.

“Letaknya yang strategis menjadikan Kampung Wisata Sosromenduran sebagai kawasan pendukung utama kegiatan pariwisata di Malioboro,” tambahnya.

Peluncuran branding dan logo baru Kampung Wisata Sosromenduran secara resmi dilakukan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Dalam sambutannya, Wawan mengapresiasi penguatan identitas kampung wisata yang bertumpu pada partisipasi aktif masyarakat.

Menurut Wawan, kampung wisata merupakan representasi wajah Kota Yogyakarta yang hidup dan dinamis, sekaligus ruang tumbuhnya budaya, kreativitas, dan interaksi sosial masyarakat.

“Kampung wisata adalah cerminan kehidupan masyarakat Yogyakarta yang sesungguhnya. Di sinilah budaya, tradisi, kreativitas, dan kebersamaan tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Ia berharap re-branding Kampung Wisata Sosromenduran mampu mendorong pengelolaan kampung wisata yang lebih baik, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan pelayanan wisata, pelestarian budaya, hingga partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Wawan menegaskan Kampung Wisata Sosromenduran memiliki peran penting sebagai ruang publik bagi kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya, serta menjadi bagian dari penguatan ekosistem pariwisata Kota Yogyakarta yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x