Wabup Joko Parwoto ajak warga Watusigar perkuat demokrasi lewat pembinaan politik untuk membangun Gunungkidul yang adil, makmur, dan berkeadaban. foto: Dok Gunungkidulkab.go.idGunungkidul, Jogjaviews.com – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, memberikan pembinaan politik kepada warga Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen, Senin (17/11/2025). Kegiatan yang digelar di Balai Kalurahan Watusigar ini mengangkat tema “Memperkuat Demokrasi Menuju Gunungkidul yang Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban” dan diikuti sekitar 50 peserta.
Sekretaris Badan Kesbangpol, Nurudin Araniri, yang membuka kegiatan, menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan komponen krusial dalam membangun demokrasi yang sehat. Ia menyebut pemahaman warga terhadap sistem politik, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta kesadaran berpartisipasi dalam pemilu harus terus diperkuat.
“Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil adalah perwujudan nyata demokrasi. Tokoh masyarakat, agama, hingga tokoh perempuan punya peran penting memberikan pencerahan politik,” ujarnya.
Nurudin mengingatkan bahwa sikap apatis dapat berdampak pada rendahnya partisipasi pemilih. Karena itu, pendidikan politik harus diberikan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami isu-isu sosial politik dan mampu terlibat dalam pengambilan keputusan.
Ia juga menjelaskan bahwa landasan hukum pendidikan politik merujuk pada UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik dan perubahan melalui UU Nomor 2 Tahun 2011. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan proses pembelajaran untuk memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawab warga negara.
Dalam arahannya, Wabup Joko Parwoto menekankan bahwa pendidikan politik adalah fondasi penting bagi terbentuknya masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, politik tak sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana untuk mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan bersama.
“Kita perlu memastikan masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai, sikap dewasa, serta kemampuan menilai informasi dan pilihan politik secara objektif,” ucapnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum membangun budaya politik yang sehat, inklusif, dan berintegritas.
Joko menjelaskan bahwa politik pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan bersama demi kebaikan masyarakat yang melibatkan kekuasaan, kebijakan, dan partisipasi warga. Dengan pembinaan politik ini, Pemkab Gunungkidul berharap masyarakat semakin aktif berperan menjaga keberlangsungan demokrasi yang bermartabat.
sumber: Gunungkidulkab.go.id

