SMPN 1 Pakem meresmikan perpustakaan digital yang menyediakan ratusan e-book dan akses belajar daring untuk meningkatkan literasi siswa.Sleman, jogjaviews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman meresmikan Perpustakaan Digital di SMPN 1 Pakem, Jumat (21/11). Fasilitas ini merupakan hasil kerja sama Pemkab Sleman dengan PT Centratama Group dan Habitat for Humanity Indonesia untuk mendorong peningkatan literasi di sekolah.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan perpustakaan digital ini menjadi fasilitas tambahan yang penting buat siswa. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan agar berdampak pada peningkatan kualitas belajar.
“Kehadiran perpustakaan digital ini tidak hanya menambah fasilitas belajar, tetapi juga menjadi sarana memperkuat literasi bagi anak-anak kita. Semaju apa pun teknologi, kalau tidak dimanfaatkan, tidak ada gunanya,” kata Danang.
Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyebut siswa kini bisa mengakses buku, artikel, dan video pembelajaran secara daring. Sistem peminjaman dan pengembalian buku juga dilakukan secara digital.
“Digital library ini jadi jembatan menuju kebutuhan dunia digital ke depan,” ujarnya.
Handoko menjelaskan, SMPN 1 Pakem adalah sekolah kedua dari total 11 sekolah tingkat kecamatan yang sudah memiliki e-library. Dalam tiga minggu pertama, sudah tersedia 487 judul e-book dengan 709 salinan, melengkapi sekitar 1.000 buku cetak yang ada sebelumnya.
Chief of Finance Officer Centratama Group, Caba Pinter, menambahkan program perpustakaan digital ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Program serupa sudah diterapkan di beberapa sekolah lain, seperti SMPN 4 Sentolo Kulon Progo dan SMPN 3 Yogyakarta.
Kepala SMPN 1 Pakem, Titin Sumarni, mengucapkan terima kasih atas dukungan program ini. Ia menyebut antusiasme siswa cukup tinggi sejak perpustakaan digital diaktifkan.
“Dalam waktu tiga minggu, sudah ada 145 buku yang dipinjam. Ini prestasi yang luar biasa. Perpustakaan digital ini lompatan besar buat sekolah,” kata Titin.

