Simpang Tiga Mantrigawen Dipasang Lampu Merah, Arus Lalu Lintas Yogya Diharapkan Lebih Lancar

JogjaViews
27 Des 2025 05:24
3 menit membaca

Yogyakarta, Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Tiga Mantrigawen–Jalan Brigjen Katamso, Jumat (26/12/2025). Pemasangan ini dilakukan untuk meningkatkan kelancaran, kenyamanan, serta keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Dishub Kota Yogyakarta bersama Satlantas Polresta Yogyakarta dan Polsek Mergangsan melakukan sosialisasi sekaligus aktivasi lampu lalu lintas baru pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menjelaskan bahwa pemasangan APILL bersifat sementara atau darurat. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya arus kendaraan setelah penutupan Plengkung Gading.

“Setelah Plengkung Gading ditutup, lalu lintas di Simpang Tamansari dan Mantrigawen meningkat sangat signifikan. Volume kendaraan di kawasan Mantrigawen dan Brigjen Katamso mencapai sekitar 7.000 kendaraan per jam, padahal kondisi normalnya hanya sekitar 700 kendaraan. Artinya, terjadi lonjakan hampir sepuluh kali lipat,” kata Agus.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu konflik lalu lintas, baik dari arah kawasan Keraton maupun arus utama Jalan Brigjen Katamso. Karena itu, pemasangan APILL dinilai penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

“Yang kita utamakan tentu keselamatan, baik bagi pengendara, pejalan kaki, maupun masyarakat yang menyeberang serta keluar masuk kawasan ini,” ujarnya.

Agus juga mengungkapkan bahwa Simpang Tiga Mantrigawen termasuk titik rawan kecelakaan. Hal ini berdasarkan laporan dari Jasa Raharja serta Satlantas Polresta Yogyakarta dan Polsek setempat.

Di sisi lain, Dishub memprediksi lonjakan wisatawan mulai terjadi sejak hari ini, seiring berakhirnya perayaan Natal dan memasuki akhir pekan. Berdasarkan pemantauan di enam pintu masuk Kota Yogyakarta, volume kendaraan yang biasanya berkisar 100.000–150.000 unit per hari kini melonjak hingga sekitar 700.000 kendaraan per hari.

“Secara nasional diperkirakan ada sekitar 7 juta kunjungan ke Yogyakarta selama periode Natal dan Tahun Baru. Lebih dari 3 juta di antaranya menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan mulai malam ini hingga akhir pekan, jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke Yogyakarta bisa mencapai sekitar 1 juta,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub bersama Satlantas Polresta Yogyakarta dan Ditlantas Polda DIY terus melakukan pengaturan lalu lintas, baik melalui sistem berbasis teknologi seperti Area Traffic Control System (ATCS), pengaturan fisik di lapangan, hingga penerjunan Tim Urai kemacetan.

“Kami melakukan pengaturan hampir tanpa henti. Tadi malam arus baru melandai sekitar pukul 01.30 WIB, dan pagi hari pukul 07.30 sudah kembali padat,” tambah Agus.

Ia juga menyoroti dampak positif rekayasa lalu lintas di Jembatan Kewek yang justru membuat arus kendaraan di kawasan Gardu Anim menjadi lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

Sementara untuk kawasan Pasar Ngasem dan wilayah Jeron Beteng, Dishub akan berkoordinasi dengan pihak Keraton Yogyakarta. Setelah periode Nataru, akan dilakukan pemetaan dan manajemen lalu lintas yang mempertimbangkan pendekatan teknokrasi sekaligus kosmologi dan filosofi Yogyakarta.

“Di Yogyakarta, pengelolaan lalu lintas tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan teknis. Nilai kosmologi dan filosofi juga harus berjalan beriringan,” pungkasnya.

sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x