PKBM Jadi Tren Pendidikan Masa Depan, Wawali Yogyakarta Tekankan Pentingnya Budi Pekerti

JogjaViews
28 Nov 2025 07:23
2 menit membaca

Yogyakarta, jogjaviews.com – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, meninjau PKBM Reksonegaran, Gondokusuman, pada Jumat (28/11/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung model pembelajaran berbasis kebutuhan yang kini banyak diminati masyarakat dan dinilai relevan dengan tren pendidikan masa depan.

Wawan menilai pendekatan belajar di PKBM—yang memadukan fleksibilitas, inovasi, dan pembelajaran sepanjang hayat—selaras dengan perubahan zaman. Ia menekankan bahwa generasi muda saat ini terbiasa belajar tanpa batas ruang dan waktu.

“Anak-anak muda sekarang belajar itu tidak ada sekat, tidak ada batas. Di mana pun kita bisa belajar,” ujar Wawan.

Dalam kesempatan itu, Wawan juga menyoroti pentingnya karakter dan nilai budi pekerti. Menurutnya, di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), aspek moral, unggah-ungguh, serta rasa hormat tetap menjadi fondasi penting bagi anak muda Yogyakarta.

Wawan memuji berbagai prestasi siswa PKBM Reksonegaran, mulai akademik hingga olahraga, seni, musik, taekwondo, panahan, dan catur. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus diimbangi dengan sikap dan karakter yang baik.

“Prestasi boleh di mana pun, tapi budi pekerti adalah yang paling utama. Anak muda harus tetap menghargai orang tua dan nilai-nilai luhur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala PKBM Reksonegaran, Sudarmaji, menjelaskan bahwa dirinya telah mengembangkan PKBM ini sejak 2005. Saat ini, PKBM memiliki sekitar 180 siswa yang mengikuti program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

PKBM Reksonegaran menerapkan pendekatan belajar yang komprehensif: pendidikan formal setara sekolah, penguatan karakter, serta pelatihan keterampilan hidup (life skills) seperti komputer dasar, kewirausahaan, public speaking, seni, olahraga, dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat siswa.

Sudarmaji menambahkan bahwa PKBM dirancang sebagai model pendidikan yang adaptif dan inklusif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan nonformal bukan sekadar alternatif, tetapi pilihan nyata yang sesuai kebutuhan masyarakat modern,” jelasnya.

PKBM Reksonegaran berharap pendekatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x