Pemkot Yogyakarta Perluas Warung MRANTASI untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan

JogjaViews
4 Des 2025 06:10
3 menit membaca

Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali memperluas Program Warung Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI) sebagai upaya bersama mengendalikan inflasi di wilayah kota. Peresmian warung baru dilakukan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Pasar Prawirotaman, Rabu (3/12), didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani.

Ekspansi program ditandai dengan pembukaan Warung MRANTASI milik Sri Widodo, salah satu pedagang pasar yang kini menjadi bagian dari gerakan stabilisasi harga. Warung MRANTASI sebelumnya telah berjalan efektif di Pasar Beringharjo dengan melibatkan 25 pedagang. Kini program semakin luas berkat dukungan Pemkot, Bank Indonesia, Bank BPD DIY, serta sejumlah distributor pangan.

Penambahan titik layanan kini mencakup Pasar Prawirotaman, Sentul, dan Kranggan, yang dinilai strategis untuk memperkuat pasokan komoditas dasar sekaligus menjaga kestabilan harga. Wali Kota Hasto Wardoyo menyebut pengendalian inflasi sebagai agenda penting pemerintah daerah. Ia mengatakan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Yogyakarta.

“Yogyakarta bukan daerah produsen, sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daerah sekitar sangat tinggi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa tingginya permintaan pangan, terutama karena posisi Yogyakarta sebagai kota wisata, membuat pasokan harus benar-benar terjaga.

Menurut Hasto, kerja sama antardaerah menjadi solusi utama menjaga pasokan. Melalui kolaborasi dengan Kabupaten Bantul dan Sleman, distribusi barang kebutuhan pokok untuk operasi pasar dapat berlangsung lebih efektif. Barang langsung disalurkan kepada pedagang di Pasar Beringharjo dan Prawirotaman untuk menekan gejolak harga.

“Kita harus menguasai pasar kita dengan produk kita sendiri. Pedagang kami dorong mengoptimalkan produk lokal dan memperkuat kerja sama antar daerah,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan peningkatan signifikan jumlah Warung MRANTASI. “Sebelum penambahan titik, jumlahnya baru 25. Tahun 2025 ini bertambah menjadi 85 warung, termasuk 60 unit baru di 37 kios di Prawirotaman, 11 di Sentul, dan 11 di Kranggan,” jelasnya.

Warung MRANTASI fokus menyediakan sembako dengan harga terjangkau sesuai harga eceran tertinggi (HET). Veronica menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Bulog dan distributor untuk memastikan pasokan tetap aman tanpa perlu impor, terutama menjelang akhir tahun. Skema kerja sama antar daerah dilakukan secara business to business (B2B), menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan pasokan dari Bantul dan Sleman. Jika diperlukan, kerja sama akan diperluas ke daerah penyangga lain.

Bagi pedagang, program ini dinilai sangat membantu. Sri Widodo, pemilik Warung MRANTASI di Pasar Prawirotaman, mengaku lebih mudah mendapatkan pasokan bahan pokok dengan harga stabil. “Kami sudah tersedia beras, minyak, tepung, gula pasir, dan bisa mendapatkannya lebih murah melalui operasi pasar. Harapannya, pembeli semakin banyak karena harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Melalui perluasan ini, Pemkot Yogyakarta berharap masyarakat dan pedagang dapat bersama-sama menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x