Pemkot Yogyakarta percepat penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan city branding untuk tingkatkan daya tarik wisatawan melalui kolaborasi lintas sektor. Foto:warta.jogjakota.go.idJetis, jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong percepatan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan implementasi city branding dalam kegiatan Urun Rembug Kota Kreatif Yogyakarta yang digelar di Hotel Harper, Kamis (20/11/2025). Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa dokumen perencanaan Ekraf yang telah disusun sejak 2021 perlu segera dieksekusi agar visi besar kota kreatif dapat berjalan optimal.
Hasto mengatakan bahwa Yogyakarta sebenarnya telah memiliki dokumen Economic Creative City Branding sejak empat tahun lalu, namun implementasinya masih belum maksimal.
“Dokumennya itu kan masih jadi dokumen, belum dilaksanakan. Padahal di dalamnya sudah ada roadmap sampai tahun 2030,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta Komite Ekonomi Kreatif yang telah terbentuk untuk bergerak cepat melakukan komunikasi dan koordinasi lintas sektor, sembari menegaskan bahwa tidak ada batasan antara pemerintah dan para pelaku Ekraf. “Semuanya bisa berkomunikasi langsung, saling memberi masukan, dan dokumen yang sudah ada kita bongkar lagi, kita review,” tambahnya.
Ia menargetkan proses review rampung sebelum Desember 2025, termasuk penyusunan best practice sebagai pilot project kegiatan Ekraf. Hasto juga memberi tenggat bagi tim untuk merampungkan calendar of event 2026 agar dapat diluncurkan pada akhir tahun. Selain itu, ia menantang para pelaku Ekraf untuk menciptakan ide yang mampu meningkatkan daya tarik Yogyakarta, terutama bagi wisatawan mancanegara, mengingat kota ini membutuhkan akselerasi untuk menghindari penurunan daya saing.
Menurutnya, sejumlah kawasan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang kolaborasi baru, mulai dari revitalisasi Kota Gede sebagai pusat kerajinan perak hingga pemanfaatan terminal yang akan selesai dibersihkan pada Januari mendatang. Pengembangan Embung Giwangan juga disebut sebagai peluang menghadirkan destinasi baru di wilayah selatan kota.
Hasto turut menyinggung potensi wisata sungai yang dapat menjadi kanvas kreativitas pelaku Ekraf apabila kebersihan dan penataannya semakin ditingkatkan. Ia berharap seluruh langkah tersebut dapat mempercepat pergerakan ekosistem Kota Kreatif Yogyakarta melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri kreatif.
Sejalan dengan itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Yogyakarta, M. Arief Budiman, menjelaskan bahwa upaya branding Jogja sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang Festival atau Media Arts memiliki dasar kuat melalui penyusunan Roadmap Kota Kreatif Yogyakarta hingga 2030. Ia menuturkan bahwa festival menjadi lokomotif penggerak 17 subsektor ekonomi kreatif melalui konsep Daya Ungkit, Daya Dorong, dan Daya Tarik yang saling menguatkan.
Menurut Arief, pemerintah berperan besar dalam membangun ekosistem kondusif melalui fasilitasi, integrasi lintas perangkat daerah, serta sinergi hexahelix yang melibatkan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, media massa, dan institusi keuangan. Ia memastikan pemetaan potensi dan keunggulan kota terus dilakukan agar pengembangan ekosistem kreatif berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Sumber: warta.jogjakota.go.id

