Pemkot Yogyakarta Gelar Wisuda Purna Tugas 2025, Sekda Aman Yuriadijaya Turut Dilepas

JogjaViews
23 Des 2025 07:41
3 menit membaca

Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan Wisuda Purna Tugas dan Pelepasan Anggota KORPRI Kota Yogyakarta Tahun 2025 periode Desember 2025 di The Alana Malioboro Hotel, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian para aparatur sipil negara (ASN) yang akan memasuki masa purna tugas.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 72 calon purna tugas dengan Batas Usia Pensiun (BUP) terhitung mulai 1 Januari hingga 1 Maret 2026.

Para calon purna tugas berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari Jabatan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional, hingga Pelaksana. Mereka merupakan bagian dari ASN yang telah berkontribusi dalam pelayanan publik dan pembangunan Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian para anggota KORPRI. Ia menegaskan bahwa masa purna tugas bukanlah akhir, melainkan awal dari fase kehidupan yang baru.

Masa purna tugas bukan akhir dari segalanya, tetapi awal dari babak baru dalam kehidupan. Tulislah babak baru itu dengan kisah hidup yang inspiratif,” ujar Hasto.

Hasto menjelaskan, memasuki masa purna tugas berarti memasuki kehidupan yang sepenuhnya berada dalam kendali diri sendiri. Jika selama menjadi ASN aktivitas diatur oleh sistem dan organisasi, maka di masa purna tugas dibutuhkan kemampuan mengatur, mengendalikan, dan mendisiplinkan diri secara mandiri.

“Hidup di masa purna tugas adalah hidup di atas dominasi diri sendiri. Karena itu, pengendalian diri menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengelola waktu dengan bijak, terutama dengan lebih banyak mengalokasikan waktu untuk hal-hal yang penting namun tidak mendesak, seperti menjaga kesehatan, mempererat hubungan keluarga, meningkatkan spiritualitas, serta memelihara kemampuan intelektual.

Selain itu, Hasto mengimbau para purna tugas untuk menghindari post power syndrome, menjaga kedewasaan emosional, serta tetap aktif melalui konsep lansia tangguh, yang mencakup dimensi spiritual, emosional, fisik, sosial, lingkungan, vokasional, dan intelektual.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mengapresiasi kontribusi ASN terhadap berbagai capaian Kota Yogyakarta, antara lain raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 16 kali serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Indonesia yang mencapai sekitar 89,10.

Adapun komposisi calon purna tugas meliputi tiga pejabat administrator, tujuh pejabat pengawas dan ketua tim kerja, 36 guru, tujuh jabatan fungsional kesehatan, serta 29 jabatan teknis lainnya, seperti pemadam kebakaran, pengawas sekolah, pengolah data dan informasi, hingga pengadministrasi perkantoran.

Calon purna tugas dengan masa kerja terlama adalah Sutini, Guru Ahli Madya di TK Negeri 4 Kota Yogyakarta, dengan masa pengabdian 40 tahun 1 bulan. Sementara pangkat tertinggi, yakni IV/e (Pembina Utama), diraih oleh dr. Kiswarjanu, Sp.A. dari RSUD Kota Yogyakarta.

Wisuda purna tugas tahun ini menjadi istimewa karena salah satu wisudawan adalah Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Ir. Aman Yuriadijaya, M.M., yang telah mengabdi selama 33 tahun 10 bulan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Di sela kegiatan, Aman Yuriadijaya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menjadi bagian dari Pemerintah Kota Yogyakarta selama puluhan tahun. Ia mengaku akan tetap aktif di masyarakat setelah memasuki masa purna tugas.

“Alhamdulillah saya bersyukur bisa menjadi bagian dari tim Pemerintah Kota Jogja yang luar biasa. Setelah purna tugas, saya akan lebih banyak beristirahat, namun tetap aktif di bidang sosial,” ujarnya.

Aman menambahkan, keterlibatannya dalam kegiatan sosial, termasuk bank sampah, akan terus dilanjutkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x