Pemkot Yogyakarta Gandeng Media Bangun Kepercayaan Publik Lewat Kolaborasi

JogjaViews
12 Nov 2025 05:57
3 menit membaca

Yogyakarta, Jogjaviews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus memperkuat kolaborasi dengan insan media untuk menjaga kepercayaan publik dan memperluas edukasi masyarakat. Semangat itu diwujudkan melalui kegiatan Media Gathering Kemitraan yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) di Bale Timoho, Umbulharjo, Selasa (11/11).

Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, dan Kepala Diskominfosan, Ignatius Trihastono, ini berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Sejumlah jurnalis dari berbagai media turut hadir mewakili Paguyuban Wartawan Kota Yogyakarta (Pawarta).

Dalam sambutannya, Wawan menegaskan peran vital media sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mendidik.

“Media adalah perantara antara pemerintah dan masyarakat. Informasi yang disampaikan media berperan penting dalam membangun kepercayaan publik dan memberikan edukasi yang benar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai budaya khas Yogyakarta seperti unggah-ungguh, gotong royong, dan kebersamaan dalam setiap langkah pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak bisa dilepaskan dari semangat kolaboratif semua pihak, pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha.

“Di Jogja, yang paling penting adalah gotong royong dan keterlibatan semua pihak. Pemerintah siap memberi dukungan lewat hiburan, kegiatan kebudayaan, maupun fasilitas publik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wawan menekankan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus tumbuh beriringan dengan pemberdayaan UMKM.

“Kalau pariwisata berkembang, otomatis UMKM juga bergerak. Hotel laku, produk lokal terserap, dan ekonomi berputar,” tambahnya.

Ia pun berharap media terus menjadi mitra strategis dalam menjaga semangat kolaborasi tersebut. “Bersama-sama, kita bisa membangun Yogyakarta yang lebih maju, guyub, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono, menyebut wartawan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan pembangunan.

“Kalau kami di Kominfo bertugas sebagai humas resmi, maka teman-teman wartawan adalah humas yang sesungguhnya. Mereka yang menyampaikan pesan ke masyarakat,” katanya.

Trihastono mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, sinergi antara Pemkot dan media telah mendukung berbagai program prioritas seperti penanganan sampah, pengembangan UMKM, dan penguatan kampung tematik berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Ia berharap kegiatan ini bisa digelar rutin minimal tiga kali dalam setahun.

Dari sisi jurnalis, Ardhi Wahdan, perwakilan Pawarta, mengapresiasi langkah Pemkot yang membuka ruang dialog dengan media. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan profesional dan menghindari praktik yang bersifat transaksional.

“Kalau ada teman-teman media yang merasa ditekan atau tidak nyaman, kami siap menjembatani,” ujarnya.

Ardhi juga mendorong wartawan untuk mengikuti sertifikasi Dewan Pers agar memiliki status resmi yang meningkatkan kredibilitas dan perlindungan.

“Saat pandemi, wartawan yang terdaftar di Dewan Pers bisa menerima bantuan Rp1,25 juta per bulan. Jadi status resmi itu penting, tidak hanya untuk individu, tapi juga agar kita bisa terus berkarya dengan etika,” tambahnya.

sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x