Pemkot Yogya Petakan Masalah Uji Coba Pedestrian Malioboro, Parkir Jadi Sorotan Utama

JogjaViews
6 Des 2025 04:50
2 menit membaca

Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta tengah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap masalah dan kekurangan yang muncul dalam uji coba pedestrian 24 jam di kawasan Malioboro. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam rapat bersama Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan Gubernur memberikan arahan agar evaluasi dilakukan secara hati-hati dan tidak memaksakan kebijakan sebelum semua persoalan terpetakan. “Ngarso Dalem sangat bijak bahwa kita harus memperhatikan kondisi di lapangan. Arahan beliau, sekarang ini kita identifikasi saja dulu, tidak memaksakan,” ujar Hasto.

Uji coba pedestrian pada 7 Oktober 2025 dan penutupan akses saat uji coba lanjutan pada 1–2 Desember 2025 menjadi dasar pengumpulan data. Menurut Hasto, uji coba tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak, hambatan, dan peluang penerapan pedestrian secara permanen. Salah satu persoalan terbesar yang ditemukan adalah ketersediaan parkir bagi pengunjung Malioboro.

Ia menyebutkan, Pemkot Yogyakarta perlu mempersiapkan ruang parkir jauh sebelum kebijakan diterapkan. Sejumlah alternatif tengah dikaji, termasuk penataan ulang area di sirip jalan Malioboro dan pengembangan lahan yang dapat diakuisisi sebagai zona parkir baru. “Kita berpikir tentang area yang bisa untuk parkir. Harus dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya, mungkin ada lokasi yang bisa diakuisisi untuk relokasi,” katanya.

Salah satu lokasi yang dinilai potensial adalah kawasan Ketandan, yang rencananya dapat dikembangkan sebagai Chinatown Yogyakarta sekaligus area penyangga parkir. Selain itu, Sultan HB X juga mengarahkan agar tekanan kendaraan ke Malioboro dikurangi, termasuk dengan mengoptimalkan Terminal Giwangan sebagai lokasi parkir terpadu.

Hasto mengakui uji coba pedestrian selama dua hari serta penutupan akses di Titik Nol Kilometer memberikan dampak signifikan bagi arus lalu lintas dan pelaku usaha. Karena itu, pada acara besar seperti kegiatan KPK akhir pekan ini, Pemkot tidak akan menutup akses jalan di Titik Nol untuk bus, angkutan umum, becak, maupun andong.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa penerapan pedestrian penuh di Malioboro belum tentu dapat dilakukan tahun depan. Hal itu bergantung pada hasil identifikasi permasalahan, terutama terkait ketersediaan parkir. “Kalau belum bisa, apa yang harus kita kerjakan lebih dulu untuk mengurangi beban Malioboro. Dari percobaan kemarin kita sudah punya identifikasi problem yang ada,” ujar Sultan.

Ia mengatakan penyelesaian persoalan parkir harus menjadi prioritas, termasuk pemanfaatan lahan eks UPN di Ketandan atau opsi relokasi lainnya. “Kita harus menyelesaikan persoalan-persoalan itu dulu,” tegasnya.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x