Pemkot Yogya Bedah 2 Rumah Tak Layak Huni di Klitren, Prioritaskan Lansia & Keluarga Rentan

JogjaViews
16 Nov 2025 22:34
2 menit membaca

Yogyakarta, Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta melanjutkan program bedah rumah bagi warga tidak layak huni. Pada Minggu (16/11), dua rumah di wilayah Klitren, Gondokusuman, dibedah melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD DIY senilai Rp40 juta serta partisipasi warga dan perangkat daerah.

Dua rumah tersebut milik Catur Harsono di Klitren Lor GK III/224, RT 11/RW 03, dan Desy Wulandari di Kepuh GK III/837, RT 41/RW 11.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo turun langsung meninjau kondisi dua hunian tersebut. Ia menegaskan bahwa program bedah rumah bukan sekadar membenahi bangunan, tetapi juga memperbaiki kualitas sanitasi agar warga terhindar dari penyakit.

“Kita sering diare, terkontaminasi E. coli karena kondisi yang tidak layak. Antara dapur dan tempat cuci terlalu dekat, piring terkontaminasi cipratan air dari toilet. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Hasto menyebut rumah pertama dihuni oleh lansia perempuan dengan kondisi ekonomi lemah, sementara rumah kedua dihuni keluarga dengan tiga anak sekolah.

“Banyak janda lansia ekonominya lemah di Kota Yogyakarta. Bedah rumah ini tepat, satu untuk lansia perempuan, satu lagi untuk keluarga dengan anak kecil. Keduanya sangat penting,” jelasnya.

Hasto juga mengapresiasi dukungan Bank BPD DIY yang konsisten berkontribusi melalui CSR. Selain itu, pegawai BPKAD dan Dinas Perpustakaan ikut bergotong royong membantu proses bedah rumah.

“BPD tidak henti-hentinya. Hari ini mengeluarkan Rp40 juta. Kami mengucapkan terima kasih kepada BPD DIY. Kalau Perpustakaan banyak bukunya, kalau BPKAD banyak uangnya,” selorohnya.

Salah satu penerima bantuan, Desy Wulandari, tak kuasa menahan haru saat rumahnya mulai diperbaiki.

“Alhamdulillah, terima kasih. Puji Tuhan karena dibantu Bank BPD dan Pemkot. Kalau tidak dibantu, saya tidak tahu rumah saya akan seperti apa,” kata Desy.
Ia menjelaskan perbaikan mencakup atap, lantai, dan dinding yang masih berupa triplek. “Dinding mau dibuat sekat-sekat, termasuk gawang pintu,” ujarnya.

Penerima lainnya, Catur Harsono, juga bersyukur rumahnya akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Atap rumah Catur selama ini rusak parah dan kerap bocor, terutama saat hujan.

“Saya remen, dibantu pemerintah. Nek ora dibantu yo mboten saget. Matur nuwun sanget,” tuturnya.
“Atap rumah saya parah, banyak yang bocor terutama kamar tidur. Yang penting nanti sudah tidak bocor lagi,” tambahnya.

x
x