Pemkot Yogya Apresiasi Gerakan Mas JOS, Hampir 37.000 Keluarga Aktif Olah Sampah dari Rumah

JogjaViews
13 Des 2025 07:20
3 menit membaca

Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghargaan Mas JOS Award 2025 kepada kelompok masyarakat, sekolah, dan bank sampah yang aktif mendukung gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga sekaligus upaya menghidupkan kembali semangat pengelolaan sampah dari hulu.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, saat ini hampir 37.000 keluarga di Kota Yogyakarta telah berpartisipasi dalam gerakan Mas JOS, mulai dari memilah sampah di rumah, menyalurkan ke bank sampah, hingga mengolah sampah secara mandiri.

Menurut Hasto, partisipasi tersebut masih sangat mungkin untuk terus ditingkatkan, terutama dalam pengolahan sampah organik basah seperti sisa makanan. Ia mencontohkan penggunaan ember untuk mengolah sampah organik yang kini mampu mengumpulkan sekitar 1.000 ember per hari atau setara 25 ton, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 300 ember per hari.

“Ini menunjukkan masyarakat sebenarnya masih bisa diajak bekerja sama untuk memilah sampah dari rumah. Harapannya, pemilahan dari hulu benar-benar menjadi budaya di Kota Yogyakarta,” ujar Hasto saat meninjau pameran bank sampah rangkaian Mas JOS Award 2025 di Umbulharjo, Jumat (12/12/2025).

Dalam rangkaian Mas JOS Award, Pemkot Yogyakarta juga menampilkan berbagai produk hasil pengolahan sampah dari bank-bank sampah, mulai dari pupuk, maggot, hingga kerajinan dari sampah anorganik. Saat ini, tercatat sekitar 701 bank sampah aktif di Kota Yogyakarta.

Hasto berharap kegiatan ini dapat memotivasi bank sampah untuk meningkatkan penerimaan dan penimbangan sampah, serta mendorong pelayanan setiap hari agar semakin banyak warga terlibat.

“Kita ingin membangkitkan kembali semangat Mas JOS, mendorong pemilahan sampah dari hulu, dan memberdayakan bank sampah agar lebih optimal,” tambahnya.

Penghargaan Mas JOS Award 2025 diberikan kepada tiga kelurahan dengan jumlah keluarga Mas JOS terbanyak, tiga sekolah pelaksana Mas JOS, bank sampah kategori reguler, inovatif, dan pembina, serta lima kampung Proklim. Selain itu, diberikan pula penghargaan sekolah berwawasan lingkungan dan Sekolah Adiwiyata, serta pengukuhan Kader Mas JOS.

Sementara itu, Direktur Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 dan Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup RI, Vinda Damayanti Ansjar, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Yogyakarta dan masyarakat atas konsistensi menjalankan Mas JOS.

Menurutnya, Mas JOS dapat menjadi contoh dan pemicu bagi kota-kota lain di Indonesia.

“Mas JOS sudah sangat meningkat, hingga kini mencapai 37.000 kepala keluarga. Ini contoh yang sangat baik dan diharapkan dapat direplikasi oleh kota-kota lain, tidak hanya di DIY, tetapi juga secara nasional,” kata Vinda.

Salah satu penerima penghargaan, Kelurahan Giwangan, tercatat sebagai juara pertama kelurahan dengan jumlah keluarga Mas JOS terbanyak. Pengurus Bank Sampah Kelurahan Giwangan, Ida Farida, menyebutkan sebanyak 1.491 keluarga di wilayahnya aktif melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.

“Kami merasa bangga. Semoga dengan penghargaan ini masyarakat semakin termotivasi untuk lebih giat memilah sampah,” ujar Ida.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x