Pemkot Yogyakarta mendorong kolaborasi lintas profesi untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. foto: warta.jogjakota.go.idYogyakarta, Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam memperkuat pelayanan kesehatan. Sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci peningkatan kualitas layanan yang merata bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong terbangunnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, saat mewakili Pemkot Yogya dalam acara Pelantikan Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PP PABI) Masa Bakti 2025–2028 yang digelar di Hotel Grand Rohan Jogja, Jumat (23/1/2026).
Menurut Emma, pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan secara parsial atau terpisah-pisah. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas profesi agar layanan kesehatan, termasuk pelayanan bedah, dapat terus berkembang dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas profesi dan lintas sektor sangat dibutuhkan agar kualitas layanan terus meningkat,” ujar Emma.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Yogya juga menyampaikan apresiasi atas dilantiknya pengurus baru PP PABI serta terselenggaranya Simposium GSU ke-4 di Yogyakarta. Keberadaan organisasi profesi seperti PABI dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah.
Emma memaparkan arah pembangunan kesehatan Kota Yogyakarta yang tertuang dalam RPJMD Kota Yogyakarta 2025–2029 dengan visi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan SDM kesehatan, peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga medis, pencegahan penyakit menular dan tidak menular, optimalisasi fasilitas kesehatan terakreditasi, serta penguatan layanan kesehatan dasar dan rujukan.
Selain itu, Pemkot Yogya juga menjalankan sejumlah program unggulan, di antaranya Program Satu Kampung Satu Bidan atau Tenaga Kesehatan yang terintegrasi dengan aplikasi Jogja Sehat, penguatan layanan kegawatdaruratan melalui PSC 119, cek kesehatan gratis bagi lansia, pencegahan kejadian luar biasa (KLB), Program Jogja Bebas Stunting, serta penguatan layanan kesehatan jiwa melalui pendekatan No Health Without Mental Health.
Sementara itu, Ketua PP PABI Masa Bakti 2025–2028, Herry Setyanto, menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan pelayanan bedah di Indonesia. Ia juga mengapresiasi kinerja pengurus PABI periode sebelumnya yang telah membangun fondasi organisasi dengan baik.
“Pengurus PABI sudah sah dilantik dan siap berbakti kepada bangsa dan negara,” kata Herry.
Ia menambahkan, PABI tidak ingin dokter spesialis yang dihasilkan hanya sekadar menjadi pelaksana tindakan bedah, tetapi benar-benar menjadi ahli bedah yang kompeten, profesional, dan beretika. Oleh karena itu, pengawalan kualitas pendidikan dan pelayanan menjadi perhatian utama pengurus.
“Kami berharap dukungan dan arahan dari pemerintah daerah serta PB IDI agar organisasi profesi terus dilibatkan dalam pembinaan, perizinan, dan peningkatan kompetensi demi keselamatan pasien,” pungkasnya.
sumber: warta.jogjakota.go.id

