Pemkab Gunungkidul Perkuat Sinergi Penanggulangan Kemiskinan dalam Rakor TKPKD DIY 2025

JogjaViews
21 Nov 2025 02:50
2 menit membaca

YOGYAKARTA, jogjaviews.com — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di Gedhong Pracimasana Barat, Kompleks Kepatihan, Kamis (20/11/2025). Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, hadir mewakili pemerintah kabupaten sekaligus sebagai Ketua TKPKD Gunungkidul.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Dalam arahannya, Wagub menekankan perlunya penyelarasan program antarwilayah untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di DIY. Ia juga mengapresiasi sejumlah daerah, termasuk Gunungkidul, yang dinilai menunjukkan perkembangan positif.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Kami mengapresiasi kabupaten/kota yang terus menunjukkan kemajuan, termasuk Gunungkidul,” ujarnya.

Gunungkidul tercatat sebagai salah satu daerah yang mengalami tren penurunan kemiskinan secara konsisten. Indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami perbaikan seiring pelaksanaan berbagai program pemberdayaan ekonomi, peningkatan layanan dasar, serta perbaikan ketepatan sasaran yang berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam rapat tersebut, Wagub menegaskan beberapa langkah strategis yang perlu diperkuat pemerintah daerah. Langkah tersebut meliputi optimalisasi pemanfaatan DTSEN untuk meningkatkan akurasi sasaran bantuan, implementasi upaya penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 8

Tahun 2025, serta penguatan kelembagaan TKPK melalui penyusunan RPKD, RAT, dan LP2KD sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 53 Tahun 2020. Wagub juga menekankan pentingnya kolaborasi multistakeholder antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, lembaga, dan masyarakat.

Hingga triwulan III 2025, realisasi program penanggulangan kemiskinan DIY mencapai 77,97 persen dari total anggaran Rp 548,33 miliar. Sementara itu, program yang berkaitan dengan kemiskinan ekstrem baru terealisasi 41,02 persen dari anggaran Rp 538,70 miliar. Pemerintah daerah diminta untuk mempercepat penyelesaian program pada triwulan IV agar target penurunan kemiskinan satu digit dapat tercapai pada tahun mendatang.

Wagub berharap percepatan program dapat semakin memperkuat capaian pengentasan kemiskinan di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Gunungkidul. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan berbagai program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sumber: gunungkidulkab.go.id

x
x