Pantau Persiapan Nataru, Pemkab Gunungkidul Tekankan Toleransi dan Refleksi Akhir Tahun

JogjaViews
27 Des 2025 05:27
2 menit membaca

Gunungkidul, Jogjaviews.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan pemantauan kesiapan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Rabu (24/12/2025).

Pemantauan dilakukan di sejumlah gereja dan pos pengamanan untuk memastikan prosesi ibadah umat Kristiani berjalan aman dan lancar, sekaligus menjamin kelancaran arus lalu lintas di wilayah Gunungkidul selama libur akhir tahun.

Saat meninjau GKJ Wonosari, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menerima laporan bahwa sekitar 3.000 jemaat diperkirakan mengikuti ibadah Natal yang dipimpin oleh Pendeta Wahyu.

“Kita berkomitmen melindungi kebebasan beragama sesuai undang-undang. Harapannya, perayaan Natal ini semakin mempertebal rasa toleransi di tengah masyarakat,” ujar Bupati Endah usai peninjauan.

Bupati menambahkan, Gunungkidul memiliki indeks toleransi antarumat beragama yang tergolong sangat tinggi. Kondisi tersebut menjadi modal sosial penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Nataru berlangsung.

Selain aspek peribadatan, Pemkab Gunungkidul juga memberi perhatian serius pada pengaturan lalu lintas. Pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis, di antaranya Posko Siyono dan gerbang Hargodumila, yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan.

“Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI, dan kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di titik-titik rawan,” jelasnya.

Terkait perayaan malam pergantian tahun, Bupati Endah menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Gunungkidul memutuskan tidak menggelar acara di kawasan alun-alun maupun pusat kota.

“Sebagai gantinya, kegiatan akan dipusatkan di Pantai Sepanjang. Acara diisi dengan refleksi akhir tahun, doa bersama, serta peluncuran tagline pariwisata baru,” ungkapnya.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di Sumatera yang tengah terdampak bencana. Pemerintah daerah memilih menghindari perayaan yang bersifat hura-hura maupun pemborosan anggaran.

“Fokus pergantian tahun kali ini adalah rasa syukur dan doa untuk keselamatan bersama seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Bupati Endah.

sumber: gunungkidulkab.go.id

x
x