Pameran Batik Tiga Negeri Dorong IKM Yogya Berinovasi Tingkatkan Kualitas Desain

JogjaViews
3 Des 2025 03:54
2 menit membaca

Jogjaview.com – Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan kepada para desainer dan pelaku industri batik dengan memfasilitasi penyelenggaraan pameran “Batik Tiga Negeri” karya Afif Syakur di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta, 3–9 Desember 2025. Pameran ini diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus motivasi bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM batik untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas desain.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menilai pameran menjadi sarana penting bagi perajin untuk melihat karya-karya batik berkualitas dan belajar mengembangkan kreativitas. “Kami mendorong perajin batik agar selalu berinovasi. Harapannya, pameran ini memberi dampak positif dan memacu peningkatan kualitas desain,” ujar Tri Karyadi saat pembukaan pameran, Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan bahwa pasar batik di Indonesia sangat luas sehingga para perajin perlu memahami segmentasi pasar dalam berkarya. Momentum pameran menurutnya juga penting untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik.

Batik Tiga Negeri dikenal sebagai batik tradisional dengan proses pewarnaan di tiga daerah berbeda: Lasem untuk merah, Pekalongan untuk biru, dan Yogyakarta atau Solo untuk soga cokelat. Dalam pameran ini, Afif Syakur menampilkan sekitar 25 karya dengan teknik batik Tiga Negeri, termasuk motif Keong Sari, Satria Wibawa, hingga seri Batik Tiga Negeri Tempo Dulu. Ia juga meluncurkan buku terbarunya berjudul Batikku Tiga Negeri.

Afif berharap karyanya bisa menginspirasi para pelaku usaha batik untuk berani membuat produk unggulan. “Batik bukan hanya masa lalu, tetapi juga masa depan. Tidak ada batasan dalam berkarya, dan saya ingin teman-teman menjadikan batik sebagai karya seni yang bernilai,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Pemkot Yogyakarta yang memberikan fasilitas ruang pamer secara gratis, sekaligus menekankan bahwa batik adalah perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran dan dedikasi.

Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X yang membuka pameran menyebut karya Afif bukan sekadar produk, melainkan ekspresi visual seorang maestro. Ia menilai karya itu penting bagi khazanah warna Nusantara dan menjadi mercusuar dalam pelestarian Batik Tiga Negeri. “Batik yang dibuat dengan kecintaan mendalam akan lebih dihargai sebagai karya estetika abadi. Itulah warisan sesungguhnya,” ungkapnya.

Pameran ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x