Operasi Zebra Progo 2025 Dimulai: Polda DIY Kerahkan 980 Personel, Targetkan Zero Accident

JogjaViews
17 Nov 2025 06:35
2 menit membaca

Yogyakarta, Jogjaviews.com – Polda DIY menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Progo 2025 di Halaman Mapolda DIY, Senin (17/11/2025). Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono memimpin apel yang dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Eddy Djunaedi, para pejabat utama, dan personel gabungan yang terlibat dalam operasi tahun ini.

Dalam amanatnya, Kapolda menyebut apel digelar untuk memastikan seluruh personel dan sarana pendukung siap sebelum operasi dimulai. Ia menekankan bahwa kesiapan teknis dan mental menjadi pondasi kelancaran Operasi Zebra Progo 2025.

Operasi berlangsung selama 14 hari, mulai 17–30 November 2025, dan dilaksanakan serentak secara nasional. Polda DIY mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum melalui tilang manual, ETLE, dan teguran simpatik. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Sebanyak 980 personel dikerahkan untuk mengawasi seluruh wilayah hukum Polda DIY. Sasaran penindakan meliputi pengendara di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengendara tanpa helm SNI atau sabuk keselamatan, serta pelanggaran melawan arus. Petugas juga menindak pelanggaran kecepatan, penggunaan ponsel saat mengemudi, dan pengemudi yang terpengaruh alkohol.

Polda DIY juga memberi perhatian khusus pada maraknya balap liar yang kerap meresahkan warga. Penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Kapolda mengingatkan seluruh personel untuk menjaga profesionalitas, berhati-hati dalam bertugas, dan memastikan setiap kegiatan direncanakan serta diawasi dengan ketat. Ia menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama selama operasi.

“Laksanakan operasi secara profesional, proporsional, dan humanis. Setiap personel wajib memegang prinsip zero accident. Tidak ada keberhasilan operasi yang lebih penting dari keselamatan anggota dan masyarakat,” ujarnya.

x
x