Menag dorong penguatan karakter santri berbasis kecerdasan kontemplasi di Expo Kemandirian Pesantren Padang untuk masa depan bangsa yang lebih kuat. foto: dok KemenagPadang, Jogjaviews.com – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan pengembangan kecerdasan kontemplasi bagi santri sebagai bagian penting pendidikan pesantren. Kecerdasan kontemplasi dimaknai sebagai kemampuan mengelola emosi dan pendalaman spiritual, yang berjalan seiring dengan kecerdasan intelektual.
“Santri yang cerdas intelektual saja belum cukup. Mereka harus mampu mengolah emosinya dan memiliki kedalaman spiritual yang kuat. Pesantren adalah tempat terbaik menanamkannya,” ujar Menag saat membuka Expo Kemandirian Pesantren di kampus UIN Imam Bonjol Padang, Sabtu (15/11/2025).
Menag menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan para santri, bahkan bercanda bahwa kelak seorang santri bisa menjadi Menteri Agama.
“Saya yakin ada di antara kalian yang akan menggantikan saya. Jadi, siapkan diri kalian dari sekarang,” tuturnya sambil tertawa.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menilai expo ini sebagai momentum penting bagi santri menunjukkan kemampuan bersaing dan beradaptasi. “Expo Kemandirian Pesantren ini membuktikan santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga kreatif, inovatif, dan siap menghadapi masa depan,” kata Martin.
Selama dua hari, expo menampilkan berbagai produk kreatif santri, mulai dari kerajinan tangan, makanan, desain kreatif, hingga perlombaan yang memacu kompetisi sehat antar pesantren.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap pesantren semakin mandiri secara intelektual, spiritual, dan ekonomi. Menag menekankan bahwa kemandirian pesantren berkontribusi langsung pada penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Jika santri kuat karakternya, maka kuat pula masa depan bangsa,” tutup Nasaruddin Umar.
sumber: Kemenag

