KYOS X Wiwara Resmi Dibuka, Dorong Koperasi PNS Yogyakarta Masuk Sektor Riil

3 menit membaca

Yogyakarta, Jogjaviews.com – KORPRI Kota Yogyakarta meresmikan Gerai Ritel KORPRI Yogyakarta Official Store (KYOS) X Wiwara di Jalan Batikan No. 20, Tahunan, Jumat (14/11/2025). Peluncuran dilakukan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, sebagai langkah konkret mendorong koperasi PNS masuk ke sektor riil.

Hasto menyebut KYOS sebagai inovasi penting bagi koperasi PNS yang selama ini lebih banyak bergerak di layanan simpan pinjam. Ia menegaskan koperasi harus hadir sebagai penggerak ekonomi riil agar memberi manfaat lebih luas bagi anggota maupun masyarakat.

“Namanya bagus, KYOS. Korpri Yogyakarta Official Store. Inovatif dan kreatif,” ujar Hasto.

Hasto berharap KYOS bukan sekadar toko ritel, tetapi juga berperan sebagai stabilisator harga kebutuhan pokok, mirip fungsi Kios Segoro Amarto milik Pemkot Yogyakarta. Ia mendorong KYOS bekerja sama dengan Bulog dan principal pangan agar harga tetap terjangkau.

Untuk memperkuat fungsi sosial, Hasto meminta agar dana CSR yang diterima koperasi tidak dinikmati internal saja, tetapi dimanfaatkan untuk menurunkan harga sembako bagi warga sekitar. Pada peresmian ini, CSR sebesar Rp8 juta dikonversi menjadi kupon diskon untuk minyak, beras, dan mi instan.

Selain sembako, Hasto juga menekankan pentingnya menghadirkan produk lokal UMKM di KYOS. Ia membawa contoh produk “Air Jogja” yang disebutnya harus dipromosikan di toko tersebut. Menurutnya, KYOS harus menjadi etalase produk masyarakat, mulai dari kuliner, telur, ikan, hingga kerajinan.

“Intinya, bagaimana kita melariskan produk kita sendiri. Itu yang paling penting,” katanya.

Acara peresmian turut diisi dengan wisuda tiga lulusan program inkubasi bisnis KORPRI: Bambang Purambono, Cahyo Wibowo, dan Tri Paryati. Mereka telah mengikuti pendampingan selama enam bulan dan kini resmi menjadi Rekan KYOS.

Sekretaris KORPRI Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menjelaskan bahwa KYOS hadir dengan dua fungsi utama: inkubasi bisnis ASN dan warga, serta toko sembako murah hasil kolaborasi dengan KPRI Wiwara.

“Kios ini berfungsi sebagai laboratorium bisnis. ASN dan warga yang ingin mengembangkan usaha akan dibina dan dibimbing oleh pendamping,” kata Dedi.

Program inkubasi diikuti 114 anggota KORPRI, dengan 13 orang menjalani pendampingan intensif dan tiga di antaranya lulus tahap pertama. Dedi berharap jumlah Rekan KYOS terus bertambah agar distribusi produk semakin optimal.

Dalam kegiatan peresmian, KYOS juga menyalurkan 100 kupon sembako murah dan 50 paket sembako untuk warga pra-sejahtera dan penggerobak.

Salah satu lulusan inkubasi, Bambang Purambono, membagikan ceritanya membangun usaha dari awal. Ia memulai bisnis karena kebutuhan tambahan finansial, dan kini menjalankan toko kelontong serta pangkalan LPG yang terus berkembang.

“Setelah ikut program inkubasi KORPRI, kami mendapatkan pengetahuan, relasi, dan jaringan untuk mengembangkan bisnis,” ujar Bambang.

Di akhir acara, Hasto menegaskan kembali bahwa KYOS harus menjadi pusat layanan publik yang berpihak pada masyarakat, bukan sekadar toko ritel biasa.

sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x