Kampanye “Uang Semir” Antar Pemkot Yogyakarta Raih Penghargaan Antikorupsi ACFFEST 2025

JogjaViews
29 Nov 2025 07:46
2 menit membaca

JAKARTA, jogjaviews.com — Pemerintah Kota Yogyakarta berhasil meraih predikat tiga instansi terbaik kategori media digital dalam ajang Pariwara Antikorupsi ACFFEST 2025. Penghargaan bergengsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini diserahkan pada malam puncak acara di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Anggota Dewan Pengawas KPK RI, Benny Jozua Mamoto, dan diterima langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, menyebutkan bahwa kampanye antikorupsi yang diusung Pemkot Yogyakarta dinilai unggul dalam kreativitas, substansi, dan efektivitas penyampaian pesan. Ia menyoroti serial film pendek satir “Uang Semir” yang menjadi konten utama kampanye digital tersebut, serta berbagai materi edukatif lain yang dipublikasikan melalui YouTube, Instagram, dan Facebook.

“Penghargaan dari KPK diberikan berdasarkan penilaian atas kreativitas, relevansi substansi, efektivitas pesan, dan dampak kampanye terhadap publik,” ujar Ibnu. Ia menambahkan bahwa seluruh karya yang dikirimkan merupakan konten orisinal dan tidak melanggar hak cipta.

Ibnu berharap penghargaan ini dapat memperkuat citra Pemkot Yogyakarta sebagai pemerintah daerah yang berkomitmen pada integritas dan reformasi birokrasi. “Ini adalah contoh sangat baik bagi pemerintah daerah lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pengakuan nasional tersebut. Menurutnya, penghargaan ini bukan hanya capaian simbolis, tetapi juga pengingat untuk terus membangun budaya integritas di seluruh lini pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Hasto mengisahkan pengalamannya saat menjabat Bupati Kulonprogo, yang menjadi titik balik komitmennya memberantas gratifikasi. Ia menceritakan bagaimana sekelompok anak kecil pernah menanyakan “amplop” kepadanya, sebuah momen yang menggambarkan bagaimana budaya gratifikasi telah merasuki kehidupan sehari-hari.

“Dari situlah saya bertekad, korupsi harus diberantas sejak dari dalam kandungan. Film ‘Uang Semir’ kami buat agar masyarakat bisa belajar dengan cara yang mudah, satir, dan mengena,” ungkapnya.

Hasto berharap penghargaan ini bisa menjadi penyemangat sekaligus tanggung jawab moral bagi seluruh jajaran Pemkot Yogyakarta untuk terus menjaga integritas dan menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x