Internet di Saat Genting: Peran Komunitas Menjaga Konektivitas Saat Bencana

JogjaViews
17 Jan 2026 05:00
2 menit membaca

Jakarta, Jogjavoice.com – Peran internet sebagai kebutuhan dasar kembali disorot dalam situasi kebencanaan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya keterlibatan komunitas dalam menjaga konektivitas masyarakat, terutama ketika infrastruktur utama seperti listrik dan jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.

Pesan tersebut disampaikan Nezar saat bertemu para pegiat internet komunitas dalam kegiatan School of Community Networks Indonesia di Yogyakarta, Kamis (15/1/2026). Dalam forum tersebut, ia mengajak komunitas untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam kondisi darurat.

Menurut Nezar, literasi digital tidak cukup berhenti pada penggunaan internet sehari-hari. Masyarakat juga perlu dibekali pemahaman tentang solusi alternatif agar tetap terhubung saat bencana melanda. Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi satelit yang didukung sumber energi mandiri seperti panel surya ketika jaringan listrik terputus.

Internet, lanjutnya, kini telah menjadi kebutuhan dasar yang setara dengan air, pangan, dan listrik. Sayangnya, keberadaan konektivitas sering kali baru benar-benar dirasakan ketika akses tersebut terhenti. Dalam kondisi bencana, keterputusan internet dapat memperparah situasi karena menghambat komunikasi, distribusi informasi, dan koordinasi bantuan.

Nezar juga membagikan pengalamannya saat penanganan pascabencana banjir di Provinsi Aceh. Ia menggambarkan tantangan di lapangan akibat meluapnya sungai, jembatan yang terputus, serta wilayah yang terisolasi seperti Bener Meriah dan Bireuen. Kondisi tersebut menyulitkan pemulihan jaringan listrik dan menara BTS dalam waktu cepat.

Dalam situasi seperti itu, kehadiran komunitas dinilai sangat krusial. Inisiatif lokal, edukasi teknologi, serta solusi konektivitas alternatif dapat menjadi penopang utama agar masyarakat tetap terhubung dengan informasi penting. Nezar menekankan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi saat bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Partisipasi semua pihak menjadi sangat strategis dalam kondisi darurat. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan sektor swasta mutlak dibutuhkan,” ujarnya.

Pemerintah, kata Nezar, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk memperkuat ketangguhan infrastruktur digital nasional. Upaya ini diharapkan memastikan teknologi benar-benar berfungsi sebagai alat penyelamat dan penguat masyarakat di masa krisis, sekaligus mewujudkan transformasi digital yang inklusif.

sumber: infopublik.id

x
x