Forum Anak Wirobrajan Gencarkan Edukasi Bahaya Pergaulan Bebas Selama Libur Sekolah

JogjaViews
21 Des 2025 06:03
3 menit membaca

Yogyakarta, jogjaviews.com — Mengawali masa libur sekolah, Forum Anak Kemantren Wirobrajan (FA Wirama) menggelar kampanye edukatif bertajuk “PAGAR DIRI: Keren Itu Berani Jaga Diri & Punya Prinsip, Bukan Ikut Arus” di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Wirobraja, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, SMA, serta remaja di wilayah Kemantren Wirobrajan sebagai bentuk kepedulian anak-anak terhadap dinamika pergaulan remaja, khususnya selama liburan sekolah. FA Wirama mengajak teman sebaya untuk lebih waspada terhadap risiko pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, hingga penggunaan media sosial yang tidak sehat, termasuk praktik grooming yang rawan terjadi saat pengawasan orang tua berkurang.

Ketua Forum Anak Wirama, Ayra Finsha Mahadevi, menjelaskan bahwa kampanye ini berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, masa liburan membuat waktu anak lebih fleksibel, sementara tidak semua orang tua dapat melakukan pengawasan secara optimal.

“Liburan itu waktunya anak-anak lebih fleksibel. Kadang orang tuanya bekerja atau sedang di luar kota, sehingga pengawasan berkurang. Lewat kampanye ini kami ingin mengajak anak-anak membatasi diri dan tidak mudah ikut arus pergaulan,” ujar Ayra.

Ia menambahkan, isu yang diangkat berasal dari persoalan yang masih ditemui di wilayah Kelurahan Pakuncen, Wirobrajan, dan Patangpuluhan, seperti putus sekolah, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, minuman keras, hingga pernikahan usia anak.

“Kami mengambil isu dari sekitar kami sendiri. Ada cerita tentang diskriminasi sampai putus sekolah, juga kasus obat-obatan terlarang, miras, dan nikah dini. Itu yang membuat kami merasa perlu bersuara,” jelasnya.

Kampanye dilakukan melalui orasi di pinggir jalan serta pembagian kipas berisi pesan-pesan edukatif kepada masyarakat. Lima isu utama yang disuarakan yakni stop pernikahan dini, ayo lanjutkan sekolah, hormati hak-hak anak, hentikan pergaulan bebas, serta jauhi rokok dan narkoba.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP2AP3KB Kota Yogyakarta, Edy Wijayanti, mengapresiasi keberanian anak-anak FA Wirama yang menyuarakan aspirasi di ruang publik. Menurutnya, partisipasi anak merupakan bagian penting dari pemenuhan hak anak.

“Kami sangat mengapresiasi. Anak-anak diberi ruang untuk berpartisipasi dan menyampaikan suara mereka. Tentu dengan pendampingan dari orang dewasa agar kegiatan tetap tertib, aman, dan kondusif,” katanya.

Edy menegaskan bahwa pelibatan anak sejalan dengan prinsip pemenuhan empat hak anak, yaitu hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang, dan partisipasi.

“Anak bukanlah manusia dewasa mini. Dunia dan cara berpikirnya berbeda, sehingga penting bagi kita untuk mendengarkan perspektif mereka,” tambahnya.

Dukungan juga disampaikan Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan, Sarwanto. Ia menilai kampanye tersebut sebagai langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif Forum Anak Wirama. Temanya relevan dan penting, terutama dalam upaya mencegah pergaulan bebas di kalangan remaja,” ujarnya.

Menurut Sarwanto, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajakan moral, tetapi juga membuka ruang aman bagi anak dan remaja untuk berdiskusi serta mendapatkan informasi yang benar, termasuk terkait kesehatan reproduksi remaja.

Ia berharap FA Wirama dapat menjadi pionir sekaligus pelopor dan pelapor berbagai persoalan anak di lingkungannya, sehingga anak-anak di Kemantren Wirobrajan dapat tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan menjadi agen perubahan di masyarakat.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x