Bupati Gunungkidul Bekali 757 P3K Paruh Waktu, Tekankan Integritas dan Literasi Keuangan

JogjaViews
30 Des 2025 23:49
2 menit membaca

Gunungkidul, Jogjaviews.com – Sebanyak 757 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan pembekalan pembangunan budaya kerja, integritas, dan pengelolaan keuangan. Kegiatan tersebut digelar di Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, Selasa (30/12/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, serta jajaran Direksi PT BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan bahwa jumlah 757 P3K Paruh Waktu tersebut mencakup tambahan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai kategori. Ia juga menanggapi keresahan sekitar 291 pegawai terkait perbedaan klasifikasi upah yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK).

“Penentuan kluster upah didasarkan pada data cut-off bulan Juli. Sistem penggajian menggunakan grading, mulai Grade 1A hingga Grade 3, yang mengacu pada penghasilan riil sebelumnya, baik dari dana BOS maupun APBD,” jelas Nunuk. Skema ini, lanjutnya, diterapkan agar tidak ada pegawai yang menerima upah di bawah standar sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Gunungkidul, Suci Sulistiawati, mengingatkan para P3K tentang risiko di era digital, khususnya maraknya pinjaman online ilegal, judi online, dan investasi bodong.

“Sebagai bank milik daerah, kami berkomitmen mendukung kesejahteraan P3K melalui layanan perbankan yang sehat dan terpercaya. Jangan sampai masa depan terganggu karena pinjol ilegal,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa meskipun berstatus paruh waktu, peran P3K sangat strategis dalam membangun pondasi pendidikan daerah. Menurutnya, dalam praktik pelayanan, tidak ada perbedaan antara ASN dan P3K Paruh Waktu.

“Jalani pekerjaan ini sebagai amanah dan pengabdian. Jika bekerja dengan hati, rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” ujar Bupati Endah.

Bupati juga menekankan pentingnya literasi keuangan, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan hingga menyusun perencanaan keuangan yang realistis dan disiplin menabung. Ia berharap para P3K mampu mengelola kesejahteraan keluarga secara bijak di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Kegiatan pembekalan ini diharapkan mampu membentuk P3K Paruh Waktu yang profesional, berintegritas, dan cakap secara finansial dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

sumber: Gunungkidul.go.id

x
x