Bantaran Sungai Code di Kota Yogyakarta Siap Dipercantik, Mural Seniman Warnai Terban

JogjaViews
24 Nov 2025 04:57
3 menit membaca

Jogjaviews.com – Bantaran Sungai Code di Kota Yogyakarta mulai dipercantik lewat karya mural hasil Terban Mural Competition yang digelar di kawasan Lembah Mahannani, Terban, pada Minggu (23/11/2025). Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sekaligus mengapresiasi peran seniman dalam menjaga lingkungan bantaran sungai.

Hasto menyampaikan bahwa kompetisi mural ini tidak hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga memperkuat kepedulian masyarakat terhadap Sungai Code. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh pemanfaatan tepi sungai untuk aktivitas positif dan edukatif.

“Kompetisi ini luar biasa karena mampu mempersatukan warga di pinggir Kali Code. Ini bisa menjadi percontohan bahwa bantaran sungai dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang edukatif dan membangun,” ujar Hasto.

Dia juga menilai kualitas mural para peserta sangat mengesankan. Selain memperindah kawasan, karya-karya tersebut dinilai mampu menghidupkan suasana sekaligus memberi pesan moral bagi warga. Beberapa peserta bahkan datang dari luar kota, termasuk dari Malang dan Magelang.

Program penghiasan bantaran sungai ini rencananya akan terus dilanjutkan dan diperluas. Hasto berharap kegiatan serupa dapat direplikasi di titik-titik lain sepanjang Sungai Code dan sungai-sungai lain di Kota Yogyakarta.

“Harapan saya ini direplikasi. Bantaran Code masih banyak yang perlu dirawat. Selama empat tahun ke depan, saya akan mengawal agar kegiatan seperti ini terus dilakukan,” tegasnya.

Salah satu karya yang paling berkesan bagi Hasto adalah mural pelajar SMSR yang menampilkan tema Guyub Rukun Saklawase dan Resik Kaline. Baginya, mural tersebut tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga memuat pesan moral yang kuat.

Ketua pelaksana Terban Mural Competition, Heru Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk mempercantik kawasan tebing Lembah Kali Code sekaligus memberikan ruang positif bagi seniman mural. Kompetisi mengusung tema “Harmoni Kota Yogyakarta Penuh Warna” dengan peserta dari kategori umum dan pelajar.

“Pesertanya 50 persen dari luar kota dan 50 persen dari dalam kota, jadi ini bisa disebut event nasional. Kami ingin karya mural bisa terlihat indah dari segala sisi,” jelas Heru.

Mural dikerjakan selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 November 2025. Panitia memberikan waktu tambahan karena cuaca sempat kurang mendukung agar para peserta dapat menuntaskan karya dengan maksimal.

Dalam kompetisi tersebut, Subki Mural Art (SMART) keluar sebagai juara pertama. Juara kedua diraih grup Kamis Wage, disusul Ungu di peringkat ketiga. Sementara Jauza Design dan Vangof Art meraih juara harapan.

Perwakilan SMART, Hanif Choirunnisa, menjelaskan bahwa karya mural timnya mengangkat figur Semar sebagai simbol pemberi tuntunan, relevan dengan fenomena kenakalan remaja.

“Semar memberi wejangan kepada anak-anak muda agar kembali ke budaya Jogja. Semar memeluk Tugu Jogja, melambangkan menjaga nilai-nilai kesopanan dan kebudayaan Jogja,” ungkap Hanif.

Kegiatan mural ini diharapkan menjadi langkah awal mempercantik bantaran Sungai Code, sekaligus memperkuat identitas seni dan budaya Kota Yogyakarta.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x