Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Gelar Apel Siaga Hadapi Ancaman Bencana

JogjaViews
17 Des 2025 06:56
2 menit membaca

Jogjaviews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menggelar Apel Siaga Cuaca Ekstrem di Posko Utama Pakem, Selasa (16/12/2025). Apel ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama musim hujan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, yang bertindak sebagai pembina apel, menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan terburuk. Ia mendorong pengaktifan posko terpadu, sinkronisasi data wilayah rawan bencana, serta memastikan ketersediaan logistik dan peralatan evakuasi.

“Momentum apel siaga ini menjadi penegasan bahwa keselamatan masyarakat sangat bergantung pada kesiapsiagaan dan koordinasi yang kuat. Seluruh unsur harus memahami peran masing-masing dan siap bergerak cepat,” kata Susmiarto.

Menurutnya, penanggulangan dampak cuaca ekstrem tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang solid dan terintegrasi agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan responsif.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan serta demonstrasi peralatan operasional penanggulangan bencana milik BPBD Kabupaten Sleman. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sekaligus meningkatkan pemahaman lintas sektor terhadap dukungan peralatan yang tersedia di lapangan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa, mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana. Ia mengajak warga menjaga lingkungan dengan membersihkan saluran air dan memangkas pohon yang berisiko tumbang.

“Simulasi dan pelatihan relawan terus kami lakukan secara berkala. Namun yang paling penting adalah peran serta masyarakat, karena kita semua menghadapi potensi cuaca ekstrem ini,” ujar Haris.

Apel Siaga Cuaca Ekstrem tersebut diikuti berbagai unsur lintas sektor, antara lain jajaran perangkat daerah, TNI dan Polri, Basarnas, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, relawan kebencanaan, serta pemerintah kapanewon dan kalurahan di wilayah rawan bencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat semakin kuat sehingga dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

x
x