Waspada Cuaca Ekstrem, Pemkot Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Tahun Depan

JogjaViews
1 Jan 2026 02:09
3 menit membaca

Yogyakarta, Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di tengah musim penghujan. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, status siaga darurat bencana resmi diperpanjang sebagai upaya perlindungan masyarakat, khususnya selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Perpanjangan status siaga darurat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 455 Tahun 2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Talud Longsor, dan Cuaca Ekstrem di Kota Yogyakarta. Kebijakan ini berlaku hingga tahun depan dan diikuti dengan pembentukan posko siaga darurat.

Sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan, BPBD Kota Yogyakarta mendirikan Posko Darurat di Jalan Tegalturi. Posko ini difungsikan sebagai pusat koordinasi, pemantauan, serta pelayanan cepat bagi masyarakat apabila terjadi bencana, seperti banjir, longsor talud, pohon tumbang, hingga dampak cuaca ekstrem akibat curah hujan tinggi.

Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, mengatakan perpanjangan status siaga darurat merupakan kebijakan rutin yang dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan respons kebencanaan berjalan optimal.

“SK siaga darurat terus kami perpanjang, bahkan sampai tahun depan. Setiap ada penetapan siaga darurat dari Wali Kota, maka akan langsung diikuti dengan pembentukan posko siaga darurat,” ujar Petrus.

Selama masa siaga darurat, masyarakat diminta aktif melaporkan setiap kejadian yang berkaitan dengan dampak bencana. BPBD Kota Yogyakarta membuka layanan pengaduan melalui call center di nomor +62 811-2828-911, yang tetap aktif selama libur Nataru.

“Semua laporan bisa disampaikan, mulai dari atap rumah roboh karena hujan, talud longsor, pohon tumbang, hingga kejadian lain akibat cuaca ekstrem. Begitu laporan masuk, Tim Reaksi Cepat langsung bergerak ke lokasi,” jelasnya.

Meski dalam beberapa hari terakhir, termasuk saat hujan deras pada Jumat hingga Sabtu lalu, kondisi Kota Yogyakarta terpantau relatif aman, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Kewaspadaan lingkungan dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.

BPBD mengajak warga untuk rutin membersihkan saluran air guna mencegah banjir, memangkas pohon yang sudah terlalu rimbun, serta terus memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain membuka posko darurat, BPBD Kota Yogyakarta juga melakukan pemantauan wilayah secara berkala setiap pukul 09.00 dan 21.00 WIB. Pemantauan ini melibatkan relawan serta petugas di masing-masing wilayah yang melaporkan kondisi lingkungan melalui call center BPBD.

Sebelumnya, BPBD juga telah menggelar apel kesiapsiagaan musim penghujan dengan melakukan pengecekan personel, peralatan, serta kesiapan seluruh unsur pendukung kebencanaan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap masyarakat dapat merasa lebih aman dan terlindungi dalam menghadapi potensi bencana selama musim penghujan dan masa pergantian tahun.

sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x