Pesan Menag di Akhir Tahun: Hindari Euforia, Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial Lead

JogjaViews
27 Des 2025 05:32
2 menit membaca

Jakarta, Jogjaviews.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menjadikan akhir tahun sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, bukan sekadar perayaan tanpa makna. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Refleksi Akhir Tahun dan Doa Bersama di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ), Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Acara yang mengusung tema “Menguatkan Spirit Kebangsaan di Penghujung Tahun Bersama Al-Qur’an” itu dihadiri civitas academica dan mahasiswa PTIQ. Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa penghujung tahun merupakan waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah dan memperkuat kedekatan kepada Allah SWT.

“Penghujung tahun ini mari kita isi dengan refleksi, doa, dan kegiatan yang membawa keberkahan. Jangan dihabiskan dengan hura-hura yang tidak memberi manfaat bagi diri, masyarakat, maupun bangsa,” ujar Menag.

Menurutnya, Al-Qur’an memberikan pedoman agar setiap momentum kehidupan dimaknai secara bijak dan produktif, termasuk dalam menyikapi pergantian tahun. Refleksi akhir tahun, kata Menag, juga menjadi sarana meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan persatuan.

Menag turut mengajak civitas academica dan mahasiswa PTIQ meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ia secara khusus menyinggung kondisi saudara-saudara di Aceh yang membutuhkan uluran tangan.

“Solidaritas dan empati adalah wujud nyata ajaran Al-Qur’an. Saat saudara kita tertimpa musibah, kehadiran dan bantuan kita, sekecil apa pun, sangat berarti,” tegasnya.

Selain itu, Menag mengimbau mahasiswa untuk memperbanyak rasa syukur atas capaian sepanjang tahun. Rasa syukur tersebut diharapkan diwujudkan dalam sikap positif, semangat belajar yang kuat, serta kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, Menag juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan kerukunan dan kedamaian Indonesia. Ia berharap bangsa Indonesia senantiasa dilindungi dari perpecahan dan diberi kekuatan untuk menjaga persatuan.

“Kerukunan dan kedamaian adalah modal utama pembangunan bangsa. Kita mohon kepada Allah SWT agar Indonesia selalu damai, bersatu, dan maju,” ucapnya.

Menutup pesannya, Menag mendorong mahasiswa PTIQ untuk menyongsong tahun baru dengan optimisme dan semangat prestasi. Ia berharap generasi muda Al-Qur’an mampu menjadi teladan dalam keilmuan, akhlak, dan pengabdian kepada bangsa.

“Mahasiswa PTIQ harus tampil sebagai generasi unggul yang menguasai ilmu, berakhlak Qur’ani, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.

sumber: Kemenag

x
x