Irdam XX/TIB Tekankan Pentingnya Satu Data Penanganan Bencana Sumbar untuk Percepatan Respons

JogjaViews
4 Des 2025 06:03
2 menit membaca

Jogjaviews.com – Inspektur Komando Daerah Militer (Irdam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Brigjen TNI Heri Susanto, menekankan bahwa penyatuan dan sinkronisasi data korban serta pengungsi harus menjadi prioritas dalam penanganan bencana di Sumatera Barat (Sumbar). Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam yang digelar di Kantor Gubernur Sumbar, Kota Padang, Rabu (3/12/2025).

Heri mengungkapkan masih terdapat perbedaan data antara laporan lapangan dan data pusat. Ketidaksamaan tersebut berpotensi menghambat keputusan strategis di tingkat pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa semua pihak harus mengacu pada satu data resmi demi menghindari kebingungan operasional. Hingga tadi malam, ia mencatat 193 korban jiwa dan 25 korban belum teridentifikasi, sehingga total 217 orang disepakati sebagai angka resmi sementara.

Dalam rapat itu, Heri juga meminta agar data pengungsian ditetapkan oleh Dinas Sosial sebagai lembaga yang memiliki kewenangan pendataan. Menurutnya, pendistribusian bantuan akan berjalan lebih efektif apabila data penerima dan lokasi pengungsian tersusun secara seragam. Sementara itu, mekanisme pencatatan sumber bantuan tetap berada di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Koordinasi lintas sektor, lanjut Heri, menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih data maupun kebijakan. Ia menilai data yang tidak seragam berpotensi memperlambat pencarian korban hilang serta pendistribusian logistik kepada masyarakat terdampak. Karena itu, pembaruan data harus dilakukan secara berkala untuk memastikan keputusan yang diambil berdasarkan kondisi riil lapangan.

Heri juga meminta setiap titik pengungsian memiliki Penanggung Jawab (PIC) yang dapat dihubungi langsung oleh posko. Ia menegaskan bahwa PIC tidak harus berasal dari unsur pemerintah, tetapi dapat dari masyarakat selama dapat menjadi penghubung antara posko dan lokasi pengungsian.

Di sisi lain, ia menyoroti bahwa percepatan pemulihan sarana umum, perumahan, dan akses wilayah sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Heri berharap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui informasi cuaca sehingga proses rehabilitasi dapat direncanakan secara optimal.

Sumber: infopublik.id

x
x