Pemkot Yogyakarta Gandeng KSPPS BMT Beringharjo Hadirkan Transportasi Gratis bagi Buruh Gendong

JogjaViews
28 Nov 2025 06:56
2 menit membaca

Jogjaviews.com – Pemerintah Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan KSPPS BMT Beringharjo menghadirkan layanan transportasi gratis bagi buruh gendong Pasar Beringharjo. Program bertajuk Bus Peduli Jasa Gendong ini resmi diluncurkan di Pintu Timur Pasar Beringharjo, Kamis (27/11/2025), dan dihadiri langsung Menteri Koperasi RI Ferry Joko Yuliantono serta Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.

Ketua KSPPS BMT Beringharjo, Mursida Rambe, menyebut program ini lahir dari kepedulian terhadap pekerja jasa gendong yang telah lama menjadi bagian penting aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo. Menurutnya, sebagian besar buruh gendong harus mengeluarkan biaya transportasi sekitar Rp20 ribu per hari untuk berangkat dan pulang kerja.

“Bus ini kami sediakan secara gratis untuk mempermudah mobilitas sekaligus meringankan pengeluaran mereka. Ini sangat membantu karena biaya transportasi harian cukup besar bagi para buruh gendong,” ujar Mursida.

Bus berkapasitas 30 penumpang tersebut mulai beroperasi pada Jumat, 28 November 2025, dengan rute Beringharjo–Sentolo dan Sentolo–Beringharjo. Rute dipilih menyesuaikan domisili mayoritas buruh gendong. Seorang sopir khusus ditugaskan untuk melayani antar-jemput setiap hari. Selain buruh gendong, fasilitas ini juga bisa digunakan pedagang pasar yang membutuhkan.

Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Yuliantono, menyampaikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan KSPPS BMT Beringharjo. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata peran koperasi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat kecil.

Ferry menegaskan pemerintah pusat akan terus memperkuat koperasi melalui dana LPDB agar semakin mampu menghadirkan program konkret seperti Bus Peduli Jasa Gendong.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menilai kehadiran bus ini merupakan bentuk penghargaan bagi buruh gendong yang puluhan tahun menjadi bagian dari denyut ekonomi Pasar Beringharjo. Ia menyebut program ini bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga memberikan keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi para pekerja.

“Ini bentuk kepedulian nyata. Mereka sudah lama bekerja dalam sunyi. Dengan program ini, kita memberikan penghargaan yang lebih manusiawi,” kata Wawan.

Salah satu buruh gendong, Rus, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini. Ia mengatakan sebagian besar penghasilannya selama ini habis untuk biaya transportasi.

“Sehari bisa keluar sekitar dua puluh ribu hanya untuk ongkos. Dengan bus gratis ini, beban kami jadi lebih ringan dan kami bisa membawa pulang lebih banyak untuk keluarga,” ujarnya.

Program Bus Peduli Jasa Gendong diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi sosial yang dapat direplikasi oleh pelaku usaha lain dalam mendukung kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, terutama di sektor informal.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

x
x