Ambarketawang Rayakan Hari Jadi ke-270 dengan Festival Budaya & UMKM Lokal

JogjaViews
25 Nov 2025 04:54
2 menit membaca

Sleman, Jogjaviews.com – Ambarketawang Kalcer Festival (AKF) 2025 kembali digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-270 Kalurahan Ambarketawang, Sleman. Bertempat di pelataran kalurahan, acara yang berlangsung pada Minggu (23/11/2025) tersebut memadukan perayaan budaya dan penguatan ekonomi lokal melalui bazar UMKM dan gelar potensi padukuhan.

Festival tahun ini mengangkat tema Melestarikan Tradisi Membangun Ambarketawang Gumilang, yang mencerminkan komitmen warga untuk menjaga budaya sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Sejak pagi, pengunjung memadati area festival untuk melihat langsung aneka produk lokal, mulai kuliner tradisional, kerajinan berbahan alami, hingga inovasi kreatif buatan warga.

Bazar UMKM menjadi magnet utama karena menghadirkan deretan produk khas Ambarketawang. Para pelaku usaha memanfaatkan momentum ini untuk menampilkan karya terbaik mereka yang sebagian besar terinspirasi dari tradisi setempat. Perputaran transaksi pun terlihat meningkat seiring ramainya kunjungan.

Selain bazar, gelar potensi padukuhan juga menjadi bagian penting dalam festival. Setiap padukuhan menampilkan identitasnya melalui pertunjukan seni, produk unggulan, dan inovasi lokal. Kehadiran unsur budaya tersebut membuat festival bukan hanya ajang jual beli, tetapi juga ruang untuk menunjukkan karakter dan kekuatan komunitas.

Ketua Panitia AKF 2025, Rully Ismada atau Rere, menjelaskan bahwa konsep festival memang dirancang untuk menghubungkan budaya dengan ekonomi masyarakat.

“Tradisi tidak hanya ditampilkan dalam bentuk tari dan musik, tetapi juga dalam rasa, rupa, dan cara produksi khas masyarakat setempat,” ujarnya.

Rully menegaskan bahwa UMKM lokal banyak mengambil inspirasi dari budaya untuk menghasilkan produk yang lebih kompetitif di pasar modern. Ia menyebut festival menjadi bukti nyata bahwa kegiatan berbasis komunitas mampu menggerakkan ekonomi kreatif, terutama setelah masa pandemi.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku UMKM, tetapi juga masyarakat luas. Kunjungan meningkat, transaksi hidup, dan anak muda ikut terlibat dalam mengembangkan potensi lokal,” kata Rully.

Melalui AKF 2025, Ambarketawang menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi warga. Semangat itu menjadi modal penting untuk membangun Ambarketawang yang lebih maju sekaligus tetap berakar pada kearifan lokal.

sumber: Infopublik.id

x
x